Pengusaha Perumahan Syukuran Adipura, Undang 600 THL DKP
Kamis, 20 Juni 2013
BANYUWANGI – Terpilihnya Banyuwangi sebagai kabupaten terbersih dan layak menerima Piala Adipura disyukuri banyak pihak. Tak terkecuali pengusaha perumahan, H. Ismail, SH, yang juga Ketua Real Estate Indonesia (REI) – Banyuwangi. Untuk menunjukkan kegembiraannya atas anugerah tersebut, Ismail menyelenggarakan syukuran yang mengundang 600 Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Rabu (19/6).
Atas kepedulian Ismail, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyatakan sambutan baiknya. “Saya mengapresiasi orang Banyuwangi yang peduli pada masyarakat di sekelilingnya. Apalagi jika yang peduli adalah pengusaha,”ujar Bupati Anas. Sebab, kata Bupati, untuk mengentaskan kemiskinan tak mungkin sepenuhnya diserahkan pada pemerintah daerah.
Sementara petugas kebersihan sendiri, tutur Bupati, memang erat kaitannya dengan perumahan. Hampir semua perumahan di Banyuwangi mengandalkan petugas kebersihan untuk mengangkut sampah rumah tangganya. Tak berhenti disitu, para petugas kebersihan itu juga memilah sampah yang terkumpul untuk kemudian disetorkan pada bank sampah. “Kalau semua pengembang perumahan perhatian pada para pahlawan kebersihan ini, dijamin hidup petugas kebersihan kita akan aman secara finansial,”seloroh Bupati disambut tepuk tangan para THL.
Dalam acara yang berlangsung di Perumahan Puri Brawijaya Permai, Kecamatan Banyuwangi itu, para THL juga menerima bingkisan dari penyelenggara. Tak hanya pesapon (tukang sapu) saja. Tetapi juga petugas pengurus taman, Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), drainase, dan armada sampah. Selain itu juga petugas rumah kompos, Tempat Pengelolaan Sampah Akhir (TPA) dan tenaga kebersihan di kecamatan-kecamatan.
Syahri, salah seorang THL mengaku senang dengan perhatian berbagai pihak kepada THL, terutama pasca diraihnya Piala Adipura. Bisa menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam upaya kebersihan sehingga membuahkan Piala Adipura, ujar pria berusia 70 tahun ini, memunculkan kebanggaan tersendiri. “Saya jadi tambah semangat menjalankan tugas saya,”tandas Syahri yang sehari-hari bertugas di rumah kompos Kelurahan Singotrunan. (Humas & Protokol)