Perekonomian Banyuwangi Pesat, Bank Indonesia Buka Kas Titipan di Banyuwangi
Selasa, 29 November 2016
BANYUWANGI - Geliat ekonomi di Banyuwangi yang maju pesat, membuat Bank Indonesia (BI) membuka kas titipan di Bank Jatim Banyuwangi. Launching kas titipan tersebut dilangsungkan di Kantor Bank Jatim Banyuwangi, Selasa (29/11).
Launching tersebut dihadiri oleh beberapa pimpinan bank yang lain di Banyuwangi seperti BCA, Mandiri, BRI, BNI, UOB, dan CIMB Niaga.
Kas titipan adalah uang yang dititipkan BI untuk memenuhi kebutuhan uang dari tiap-tiap bank yang ada. BI menunjuk Bank Jatim Banyuwangi sebagai operator kas titipan tersebut.
Dijelaskan Perwakilan BI cabang Jember, Ahmad Bunyamin, BI dituntut harus selalu bisa menyiapkan uang dalam waktu dan jumlah yang pas, serta dalam kondisi yang baik. Mengingat wilayah BI terbagi atas 5 wilayah kerja yakni Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso dan Lumajang, maka perlu dicari formula yang tepat agar distribusi uang di 5 daerah tersebut berjalan dengan cepat dan tepat.
"Kami memandang, pengiriman uang itu dipengaruhi jarak. Dari 5 kabupaten yang menjadi wilayah kerja kami, Banyuwangilah yang paling jauh jaraknya. Butuh waktu 3 jam untuk mencapai Banyuwangi dari Jember atau sebaliknya. Tentu saja ini menjadi hambatan tersendiri bagi bank-bank yang ada di Banyuwangi apabila stok uang di Banyuwangi habis. Terlalu lama dalam perjalanan, supply uang ke Banyuwangi malah terganggu," terang Ahmad.
Karena itulah, BI kemudian memutuskan perlunya ada kas titipan. "Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, akhirnya kami memilih Banyuwangi. Banyuwangi kami anggap layak, karena selain arealnya yang luas, kabupaten ini geliat ekonominya juga pesat. Banyak wisatawan yang berkunjung dan investor yang masuk sehingga menyebabkan perputaran roda ekonomi berlangsung dengan cepat," jelas Ahmad.
Ahmad menuturkan, perekonomian Banyuwangi terus tumbuh dari tahun ke tahun. Bahkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Banyuwangi tahun 2011-2014 sebesar 6,64 persen lebih tinggi dibandingkan dengan Jawa Timur yang sebesar 6,25 persen. Share perekonomian Banyuwangi terhadap perekonomian Jatim sebesar 3,25 persen atau merupakan yang terbesar ketujuh dari 38 kabupaten/kota di Jatim. Selain itu, kegiatan pemenuhan uang pecahan kecil (UPK) kepada masyarakat di Banyuwangi diperoleh dari setoran nasabah dan melalui kas keliling Kantor Perwakilan BI Jember dengan frekuensi berkisar 3 -5 kali dalam sebulan dengan modal kerja rata-rata Rp 500 juta. Dari pelaksanaan kas keliling itu seringkali belum dapat memenuhi kebutuhan uang layak edar (ULE). Dengan adanya kas titipan, memungkinkan uang yang beredar di Banyuwangi terpenuhi dan uangnya pun dalam kondisi yang benar- benar baik.
"Fungsi kas titipan di samping menjaga dan memelihara kas titipan uang untuk bank-bank, juga untuk menjaga uang yang fresh keluar dari Perusahaan Uang Negara (Peruri). Sehingga uang tidak lusuh atau rusak, khususnya untuk uang nominal kecil yang banyak beredar di masyarakat," ujar Ahmad.
Sementara itu, pimpinan Divisi Treasury Bank Jatim, Revi Adiana Silawati mengungkapkan apresiasinya atas inisiasi BI. "Kami menyambut baik hal ini. Ini makin melengkapi fungsi BI dan menunjang kelancaran BI sebagai penyedia uang. Keberadaan kas titipan ini juga semakin mempermudah masyarakat. Penyediaan uang tunai jadi makin terjamin dan bisa diakses tepat waktu, selain dari sisi keamanan lebih terjamin. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat dan terus berkesinambungan," tutur Revi.
Sambutan baik juga dinyatakan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Ketut Kencana Nirha Saputra atas dibukanya kas titipan di Banyuwangi ini. " Ini sejalan dengan kebijakan Pemkab Banyuwangi. Pada tahun 2017 nanti, APBD Banyuwangi jumlahnya melebihi Rp 3 triliun. Banyak kegiatan bersifat pembangunan seperti kapal pesiar (yacht) dan terminal bandara. Begitu pula pembangunan yang dilakukan di desa-desa, seperti smart kampung. Banyak transaksi keuangan akan terjadi di desa. Maka keberadaan kas titipan ini akan sangat membantu sekali roda perekonomian dan mempercepat pembangunan di Banyuwangi,"kata Ken, sapaan akrabnya.
Launching kas titipan ini diikuti dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BI dan Bank Jatim, dan diikuti bank-bank lainnya. Usai penandatanganan, dilakukan peninjauan lokasi operator kas titipan yang berada di dalam gedung Bank Jatim. (HUMAS)