Peringatan Hari Pahlawan 10 November, Para Veteran Terima Hibah APBD 2014

Senin, 10 November 2014


BANYUWANGI – Para  veteran yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Cabang Banyuwangi mendapatkan bantuan dana hibah  APBD 2014 sebesar Rp 20 juta. Bantuan tersebut diberikan dalam upacara peringatan hari Pahlawan yang diikuti pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, TNI/Polri, Korpri, Paskibra dan Korsik Banyuwangi,  Senin (10/11).

Bantuan yang diperuntukkan untuk kelangsungan organisasi mereka  tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas jasa mereka dalam mengupayakan kemerdekaan Indonesia. Tak hanya LVRI saja yang mendapat bantuan, tapi juga Persatuan Istri Veteran, Persatuan Purnawirawan, Warakawuri TNI/Polri, Persatuan Istri Purnawirawan, serta Yayasan Gerontologi Abiyoso Kabupaten Banyuwangi.

Moestari, perwakilan veteran yang menerima penghargaan tersebut  menyatakan terima kasihnya kepada pemkab. "Saya berterimakasih kepada Pemkab Banyuwangi atas perhatiannya kepada kami,"ujar veteran berusia 72 tahun itu. Lelaki yang menjadi tentara sejak tahun 1960-an itu juga menitipkan pesan kepada pemerintah daerah agar terus siaga dan meningkatkan kewaspadaan nasional, sebab ancaman atas ketertiban dan keamanan sewaktu-waktu bisa terjadi tanpa diduga-duga.

Bertindak selaku inspektur upacara pada peringatan  yang dilangsungkan di Taman Blambangan itu, Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko mengatakan, sejarah bangsa dan negara Indonesia mencatat bahwa  perjuangan untuk merebut kemerdekaan dan mendirikan NKRI membutuhkan ikatan persatuan dan kesatuan yang kuat. Karenanya, orang nomor dua di Banyuwangi itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu. “Dengan bersatu, akan lahir sikap kepahlawanan dan kesetiakawanan sosial agar berani bertindak nyata untuk melawan penjajahan dan  ketertindasan, sebagaimana komitmen para pejuang dalam mempersatukan bangsa,” katanya.

Peringatan hari pahlawan kali ini  bertemakan 'Pahlawanku Idolaku'. Tema tersebut  dipilih, jelas Wabup Yusuf,  dimaksudkan  untuk menggugah semangat kepahlawanan dan menjadikan para pahlawan sebagai panutan atau idola. Diharapkan, tema tersebut bisa menginspirasi generasi penerus untuk terus berjuang mensukseskan pembangunan.

Ada yang berbeda dari upacara ini. Nuansa kepahlawanannya begitu kental terasa ketika di awal upacara dibacakan pesan perjuangan para pahlawan nasional seperti Nyi Ageng Serang, Jenderal Sudirman, Prof Mohammad Yamin, Supriyadi, Teuku Nyak Arif, Abdul Muis dan Pangeran Sambernyowo.Salah satunya pesan Abdul Muis yang mengatakan : “Jika orang lain bisa, saya juga bisa. Mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang?”

Sebelumnya, upacara ini diawali dengan ziarah nasional di Taman Makam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria dan TMP Satria 0032 di Pantai Boom, serta  tabur bunga di laut. (Humas & Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :