Peringatan Nuzulul Qur’an Dihadiri Menteri PU RI

Kamis, 1 Agustus 2013


BANYUWANGI – Bupati Abdullah Azwar Anas menggelar peringatan malam Nuzulul Qur’an di Pendopo Sabha Swagata pada Rabu malam (31/07).  Istimewanya dalam peringatan tersebut hadir Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto beserta rombongan dari Kementerian PU. Acara yang dihadiri oleh ratusan masyarakat tersebut juga  diikuti oleh Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Sekkab Slamet Kariyono, beserta seluruh jajaran Pemkab Banyuwangi.

Menteri Djoko menyampaikan jika kehadirannya di Banyuwangi dalam rangka mengikuti Presiden SBY yang melakukan Safari Ramadhan di Jawa Timur. Setelah rombongan Presiden sampai di Jember dirinya meminta izin kepada orang nomor satu  di Indonesia itu untuk meneruskan perjalanan ke Banyuwangi karena Presiden akan kembali ke Jakarta. “Sekitar tahun 76-80 an saya mengurusi pembangunan irigasi di Banyuwangi, jadi saya ingin kembali kesini dan melihat perkembangan pembangunan di kabupaten ini,” ungkap Djoko.

Begitu memasuki wilayah Genteng, Menteri Djoko mengaku pangling karena kondisinya sangat jauh berbeda dengan ketika terakhir ia ke Banyuwangi. “Mulai dari Genteng sampai Banyuwangi perubahannya luar biasa, saya tidak bisa mengenali lagi. Pembangunan disini benar-benar berjalan. Ini adalah cermin Kabupaten yang pemimpinnya maju dan masyarakatnya responsif dalam membangun,” kata Menteri Djoko.

Menteri Djoko mengatakan pertumbuhan ekonomi (PE) Banyuwangi sebesar 7,27  yang berada diatas rata-rata PE nasional menunjukkan jika pemerintah daerah serius dalam menangani masalah infrastruktur. Karena baiknya infrastruktur menjadi salah satu syarat tumbuhnya ekonomi. “Saya mengenal Bupati Anas sejak ia masih menjadi anggota DPR RI. Kebetulan beliau berada di komisi yang menjadi rekan kementrian PU. Beliau ini salah satu yang paling kritis pada kami, jadi sekarang setelah merasakan langsung membangun daerah pasti paham apa yang harus dilakukan dan terbukti beliau responsif dalam membangun. Kami di PU selalu mengusahakan apa yang menjadi permintaan Pemda selama pemda juga responsif,” tutur Menteri Djoko.

Selain itu Mentri Djoko juga menyampaikan jika kehadirannya di Banyuwangi untuk meninjau pembangunan Waduk Bajulmati yang sempat beberapa waktu terhenti pelaksanaannya. “Kami bukannya menghentikan pembangunan waduk, tapi dulu sempat terjadi kendala pembangunan karena tanah di bawah waduk sulit namun saat ini sudah ada solusinya dan insya allah akan segera selesai,” ucap mentri Djoko.

Sementara itu Bupati Anas menyampaikan terima kasih atas pembangunan jalan nasional yang telah dilakukan di Banyuwangi.  Sebab sejak lama masyarakat banyak mengeluhkan jalan-jalan nasional yang rusak ataupun kurang lebar. Seperti  jalan di depan ASDP yang dulu rusak sekarang sudah diperbaiki dan diperlebar. Begitu juga jalan nasional dari Banyuwangi menuju Rogojampi yang dulu sempit sekarang telah diperlebar.

Terkait pembangunan Waduk Bajulmati Bupati juga sangat mengapresiasi proyek ini, sebab jika waduk telah dapat berfungsi maka akan mengairi tidak kurang dari 1800 hektar sawah di bagian utara. Serta waduk tersebut juga diharapkan dapat mendukung pengembangan kawasan industri di Wongsorejo. “Kami berharap pembangunan Waduk Bajulmati dapat berjalan dengan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat Banyuwangi,” harap Bupati.

Sementara itu peringatan Nuzulul Qur’an tersebut juga diisi dengan tausiyah oleh Habib Ali Bin Faisol. Habib Ali mengutarakan ramadhan harus menjadi madrasah bagi semua manusia. Salah satunya madrasah untuk mencintai Al-Qur’an. Sebab Allah akan memberikan ganjaran pahala berlipat bagi orang-orang yang membaca Al-Qur’an pada bulan penuh rahmat ini. Selain itu orang-orang yang suka membaca Al-Qur’an juga menjadi cermin atas bersihnya hati  dan sebaliknya jika enggan membaca Al-Qur’an maka ia menjadi orang-orang yang merugi .

Pada acara tersebut Bupati Anas  juga berkesempatan memberikan  dana hibah bagi panti asuhan yatim piatu terbaik pada Festival Anak Yatim tahun lalu senilai RP 50 juta bagi masing-masing panti yakni Panti Asuhan Khodijah Banyuwangi dan Rumah Yatim Muhammadiyah Budi Mulya Banyuwangi. (Humas Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :