Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pemkab Gelar Festival Ngarak Endhog dan Ancak
Kamis, 15 Januari 2015
BANYUWANGI – Memperingati kelahiran nabi besar Muhammad SAW 1436 Hijriyah, Pemkab Banyuwangi kembali menggelar Festival Endhog-endhogan pada Sabtu besok (17/1). Bedanya, tahun ini ribuan endog (telur) ini mayoritas akan diarak di atas ancak untuk dimakan bersama warga. Selain itu, perayaan ini akan dilaksanakan serentak di masing-masing 24 kecamatan se-Banyuwangi, yang diawali dengan kumandang dzikir dan sholawat tepat pada pukul 15.00 WIB.
Diterangkan Plt. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, MY Bramuda, festival endhog-endhogan kali ini tidak lagi mengedapankan pawai dan arak-arakan endhog-endhogan seperti yang sudah-sudah, tetapi lebih menghidupkan gema sholawat nabi. Sehingga peringatan Nabi Muhammad SAW ini akan dipenuhi bacaan sholawat, tidak melulu gemerlap pawai arak-arakan.
“Dengan sholawat ini diharapkan Banyuwangi penuh dengan rahmat sesuai tema yang kita usung kali ini, “Menebar Sholawat, Mengunduh Cinta Nabi Muhammad, Banyuwangi Penuh Rahmat,” kata Bramuda.
Khusus untuk pelaksanaan pawai yang digelar pemkab Banyuwangi, lanjut Bramuda, akan dipusatkan di Simpang Lima, sebagai lokasi untuk makan nasi ancak dan dum-duman endhog (membagi telur). Ada 18 kelurahan yang akan mengikuti pawai mengarak ancak dan dum-duman endhog ini. Delapan belas kelurahan ini akan mengarak ancak dan endhog dari lima arah penjuru yang telah ditetapkan.
Kelima penjuru start itu adalah arah dari sisi Utara bertolak dari Masjid Agung Baiturahman, Jalan PB Soedirman. Penjuru 2 mengambil start Kantor Telkom, Jalan Dr Soetomo, dan penjuru berikutnya berawal dari arah timur tepatnya Paldam, Jalan MT Hariyono.
Penjuru 4 dari arah timur lainnya, yang dimulai dari depan SDN 4 Penganjuran. Dan terakhir dari arah barat perwakilan siswa SMP hingga SMA/SMK akan berjalan dari depan SDN Muhammadiyah, Jl. Jagung Suprapto. "Semua penjuru akan berjalan bersama-sama menuju satu titik, Simpang Lima. Di sana, ancak endog akan dibagi ke semua warga untuk dimakan bersama sambil duduk lesehan di tengah jalan," ujar Bramuda.
Untuk pawai ini, diperkirakan akan ada 568 buah ancak dengan telur yang berjumlah sekitar 6.412 butir.
Mengingat pawai akan dimulai pukul 15.00 WIB, untuk sementara ruas jalan yang akan dilalui arak-arakan akan ditutup pukul 14.00 WIB sampai 17.30 WIB. Sementara jalan ditutup, pengendara bisa melewati jalan alternatif di seputar jalan yang ditutup. Misalnya, dari arah Jaksa Agung Suprapto besok lewat jalan Prambanan, Jalan A Yani depan SDN 4 Brawijaya bisa lewat Jalan Penataran atau ke arah timur.
Endog-endhogan merupakan tradisi masyarakat Banyuwangi yang telah dijalankan sejak puluhan tahun lalu. Beberapa literatur menyebutkan tradisi endhog-endhogan Maulid ini diawali 12 tahun setelah berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) yang tahun 1926 oleh tokoh agama dari Kecamatan Songgon, Banyuwangi.
Mengapa tradisi ini menggunakan endhog? Ini terkait dengan filosofi telur sendiri, di mana dalam telur memiliki tiga lapisan. Yakni, kulit (cangkang, Red), putih dan kuning yang ketiganya simbolisasi dari nilai-nilai Islam. Kulit bermakna Iman, Putih telur adalah Islam, dan Kuning diartikan Ihsan. Sebuah filosofi yang mendalam filosofinya.
Telur yang diarak biasanya ditancapkan pada jodang (batang pohon pisang-red). Karena, pohon pisang juga memiliki makna dan simbol kehidupan yang sangat bagus, dimana pohon pisang tak akan mati sebelum berbuah. Dan jika ditebas di dalamnya masih ada lapisan yang baru dan akan terus tumbuh. Inilah makna yang luar biasa dari tradisi endog-endhogan. (Humas Protokol)