Persiapan OPD, Bupati Anas Gelar Rakor SKPD
Rabu, 15 Juni 2016
Persiapan OPD, Bupati Anas Gelar Rakor SKPD
BANYUWANGI – Kegiatan Bupati Abdullah Azwar Anas, cukup padat selama Ramadhan 1437 Hijriyah, seperti Selasa (14/6) Bupati Anas menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan seluruh SKPD untuk persiapan perubahan organisasi perangkat daerah (OPD).
Dalam rakor ini, Bupati Anas meminta kepada semua SKPD tidak terpengaruh rencana perubahan OPD yang segera diberlakukan. Dalam OPD nanti ada beberapa satuan kerja yang kewenangannya ditarik pemerintah pusat. Meski ada perubahan, Bupati Anas minta semua SKPD harus tetap meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dikatakan Bupati Anas, walau akan ada perampingan di beberapa SKPD pemerintah daerah tetap otimis bisa meningkatkan pelayanan publik asalkan semua SKPD memiliki komitment yang kuat dalam menjalankan organisasinya. Diantaranya membagi habis kepada masing-masing PNS sesuai komptensinya. Meski ada sejumlah satker yang masih kekurangan personel, optimalkan tenaga yang ada untuk bisa bekerja sama dalam menuntaskan tugas di masing-masing organisasinya. Organisasi SKPD pun perlu direfresh agar antara bawahan dan atasan bisa sama-sama melaksanakan fungsinya dengan baik.
Rakor yang diakhiri buka bersama ini, juga dimanfaatkan Bupati Anas untuk mendorong semua SKPD meningkatkan pelayanan publik dengan berbasis IT. “Seiring diluncurkannya program smart kampung kami meminta semua SKPD untuk meningkatkan pelayan publik dengan berbasis IT. Sehingga pelayanan bisa lebih cepat dan efesiensi. Mulai urusan UGD kemiskinan,beasiswa anak sekolah hingga pelayanan di rumah sakit pemerintah. Bahkan, admintrasi, surat menyurat bisa dilakukan dengan paper less, antar satuan kerja,” ujar Bupati Anas.
Khusus untuk pelayanan publik langsung, kata Bupati Anas, beberapa satker perlu ada front office yang ada custumer service. Hal ini untuk memberikan kemudahan pelayanan yang cepat ke masyarakat. “Misalnya di Dispendukcapil, terkadang tidak semua masyarakat akan mengurus KTP, kadang mereka hanya minta informasi, kalau perlunya cuman sebentar tidak perlu mengantri cukup lama. Tetapi dilayani petugas informasi tadi,” kata Bupati Anas.
Selain pelayanan publik, Bupati Anas juga mendorong pemerintah desa membangunan manajemen pengelolahan sampah ditingkat desa. “Semua desa kami minta memiliki tempat pembuangan sampah akhir (TPA) sampah. Selama ini TPA berbasis kabupaten, padahal yang ideal TPA harus berbasis desa, karena sampah rumah tangga berasal dari desa,” pungkasnya. (Humas)