Persiapan Sidang Tera Ulang, Disperindagtam Adakan Penyuluhan
Kamis, 27 Februari 2014
BANYUWANGI - Untuk meningkatkan pengawasan peredaran barang dan jasa bidang kemetrologian, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) Kabupaten Banyuwangi mengumpulkan para koordinator pasar dan puskesmas, Kasi Kesra Kecamatan, Sekretaris Camat, serta perangkat desa, Kamis (27/2). Pertemuan yang diadakan di hall Hotel Ikhtiar Surya itu digagas mengingat masyarakat selaku konsumen berhak mendapatkan bobot barang yang sesuai dengan nilai tukar.
Dijelaskan oleh Kepala Disperindagtam Ir Hary Cahyo Purnomo, MSi, terkadang konsumen dalam membeli barang menemui kecurangan di lapangan. Bentuk kecurangan itu contohnya, karena timbangan atau alat ukur yang tidak sesuai, imbasnya, barang yang mereka beli ternyata tak sesuai pula dengan ukuran yang seharusnya didapat. Dan hal tersebut sangat merugikan bagi konsumen. "Karena itu kami bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknik Dinas (UPTD) Kemetrologian Provinsi Jawa Timur yang ada di Jember, menyelenggarakan penyuluhan dan pengawasan alat ukur takar timbang dan perlengkapannya (UTTP),"tutur Hary.
Penyuluhan ini diadakan, lanjut Hary, sebagai persiapan memasuki sidang tera ulang 2014, dimana di Banyuwangi dijadwalkan berlangsung dari tanggal 3 Maret - 30 Mei 2014. "Kami menghimbau para pemilik toko dagang untuk mengikuti sidang tera ulang ini. Nantinya yang telah diuji, akan diberi standar tanda kelayakan dari Disperindagtam,"ujar Hary dalam penyuluhan yang diikuti 100 peserta itu.
Selain pedagang di pasar tradisional, puskesmas juga disasar. Mengapa puskesmas? Hary mengatakan, apabila timbangan di puskesmas atau posyandu tidak ditera ulang akan sangat berbahaya. Sebab, tandasnya, hal itu terkait dengan terapi dan dosis obat yang diberikan. Jika tak sesuai atau ada selisih, bisa membahayakan nyawa.
Sidang tera ulang di Banyuwangi, tambah Hary, akan dilakukan di 35 titik yang tersebar di 24 kecamatan di Banyuwangi, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Agar para pelaku usaha dan pihak puskesmas tak terlewatkan, selain menyelenggarakan penyuluhan dan diskusi, Disperindagtam secara kontinyu juga mempromosikan sidang tera ulang ini selama 3 bulan berturut-turut di 5 radio yang ada di Banyuwangi. Dari sidang tersebut, Hary berharap di tahun 2014 terjadi peningkatan volume UTTP yang ditera, dan ada kenaikan angka bagi hasil pendapatan sektor tera ulang minimal 10 persen dari angka bagi hasil tahun 2013. (Humas & Protokol)