Persiapkan Pilkada, Badan Pengawas Pemilu Provinsi Jatim Temui Bupati Banyuwangi

Selasa, 13 Januari 2015


BANYUWANGI – Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada), Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu) Provinsi Jawa Timur berkunjung ke Banyuwangi untuk menemui Bupati Abdullah Azwar Anas, Selasa (13/01). Rombongan tersebut langsung diterima Bupati Anas  di ruang kerjanya.

"Tujuan kami kemari selain silaturrahmi adalah untuk menjelaskan pada bapak bupati beberapa hal terkait struktur pengawas pemilu, kewenangan-kewenangannya, dan persiapan-persiapan yang
dilakukan untuk Banyuwangi," ungkap Ketua Banwaslu Jatim, Sufiyanto.

Sufiyanto bertugas di wilayah timur termasuk di Banyuwangi bersama tim ahli dan Kasubag SDM Banwaslu. Sementara timnya yang lain bergerak di wilayah barat mulai Kediri hingga Ngawi. Sebagian ada pula yang meng-cover wilayah sekitar Surabaya sampai Sumenep.

"Di Jatim ada 16 kepala daerah yang kami kunjungi. Kami berkeliling ke 16 kabupaten/kota tersebut  untuk berkoordinasi terkait hal ini,"tuturnya. Sufiyanto juga mengaku, sambil berkeliling ke daerah-daerah untuk berkomunikasi dengan masing-masing kepala daerah, pihaknya pun kini sedang melakukan pendalaman potensi kerawanan yang mungkin terjadi di setiap daerah dan di setiap tahapan pemilu.

Menurut Sufiyanto, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan tahapan pengawasan pemilu, termasuk melakukan  rekrutmen di level tim seleksi."Kami bergantung sepenuhnya pada instruksi Banwaslu pusat. Jika diinstruksikan awal Februari mereka bisa dilantik, ya kami akan melantik mereka. Saat ini mereka masih menjalani ujian tulis yang akan dilanjutkan dengan wawancara. Setelah itu ditentukan 6 besar. Mereka lalu akan menjalani uji kepatutan dan uji kelayakan (fit and proper test, Red). Kemudian akan ditetapkan 3 pengawas terpilih, sedangkan sisanya sebagai  3 pengawas cadangan,”jelas Sufiyanto.

Sufiyanto menerangkan, kalau pada pilkada sebelumnya diberlakukan  1 desa 1 PPL, pada pilkada tahun ini  akan diberlakukan 1 desa 1 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pada pilkada kali ini  PPL tetap ada, tapi jumlahnya hanya 1 orang, ditambah pengawas per TPS 1 orang.

Tak hanya itu, Sufiyanto juga memastikan adanya pengawasan partisipatif yang melibatkan masyarakat dan Non Government Organizations (NGO). Pertimbangan adanya volunteer (sukarelawan) dinilai lebih jujur, adil dan berimbang. “Setidaknya banyak pihak bisa memberikan informasi kepada kami, khususnya terkait pelanggaran yang mungkin terjadi pada saat pra, hari H maupun pasca pemilu,” tandas Sufiyanto yang berharap pemilu di Jatim bisa berjalan dengan baik, dimana  semua pihak terlayani, dan hasilnya bisa dirasakan.

Tahun 2015 ini, pemilihan kepala daerah (Pilkada) di wilayah Jatim direncanakan akan dilakukan serentak. "Untuk efektifitas, pilkada di Jatim akan serentak dilakukan. Hal itu untuk mempermudah kontrol pengawasan pemilu itu sendiri.  Rencananya akan digelar bulan Desember. Tapi untuk kepastiannya kami masih menunggu, karena Undang-undang (UU) pilkada yang baru belum disahkan,"pungkas Sufiyanto. (Humas & Protokol)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :