Pertamina Resmi Pasarkan Varian Baru Solar (Dexlite) di Banyuwangi
Kamis, 2 Juni 2016
BANYUWANGI – Setelah melakukan uji pasar Dexlite di 5 kabupaten/kota di wilayah Jawa Timur, yakni Surabaya, Malang, Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V terus memperluas cakupan wilayah outlet Dexlite di Jawa Timur. Kali ini Pertamina secara resmi memasarkan varian baru solar tersebut di Kabupaten Banyuwangi.
Pelaksanaan uji pasar tersebut ditandai dengan pengisian perdana Dexlite pada kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) yang terletak di Jl. Gatot Subroto, Desa Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Jumat (2/6). Pengisian tersebut dilakukan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas didampingi General Manager Pertamina MOR V Ageng Giriyono dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) V Hiswana Migas, Rahmat Muhammadiyah.
Menurut GM Pertamina, Ageng Giriyono, perluasan cakupan produk Dexlite terus akan dilakukan untuk memberikan kemudahan kepada konsumen dalam mendapatkan Dexlite di SPBU-SPBU yang ada di wilayah Jawa Timur.
“Kami akan terus menggenjot cakupan outlet SPBU Dexlite di Jatim agar masyarakat lebih mudah mendapatkan produk Dexlite ini. Kami menargetkan hingga akhir tahun, di wilayah Banyuwangi sendiri akan ada 14 SPBU dan 248 SPBU di wilayah MOR V,” kata Ageng.
Lebih lanjut Ageng menambahkan, perluasan wilayah uji pasar Dexlite ini juga berdasarkan hasil uji pasar yang sudah dilakukan sebelumnya mulai tanggal 18 Mei lalu. Minat konsumen akan produk Dexlite sangat baik. “Sejak dilakukan uji pasar pada 18 Mei lalu, market share Dexlite di SPBU-SPBU telah berhasil merebut 10 persen dari pangsa pasar solar,” terang Ageng.
Dexlite merupakan produk bahan bakar diesel yang diformulasikan Pertamina untuk konsumen pengguna kendaraan bermesin diesel. Kendaraan bermesin diesel populasinya semakin meningkat sejalan dengan makin ketatnya batasan emisi gas buang. Dexlite memiliki angka Cetane 51 atau lebih tinggi dibandingkan dengan solar dengan angka Cetane Number 48.
Angka Setana atau CN (Cetane Number) adalah ukuran yang menunjukkan kualitas dari bahan bakar untuk diesel. Singkatnya, semakin tinggi angka setana, biasanya akan menyebabkan mesin mesin berjalan lebih lancar dan tenang.
“Kami yakin produk baru ini akan memiliki banyak peminat. Apalagi kualitas produk ini di atas solar, namun harga tetap terjangkau. Solar kami bandrol Rp 5.150 sementara Dexlite Rp 6.650 Meski sedikit lebih mahal, namun kualitasnya jauh lebih baik. Dan yang paling penting, produk ini lebih ramah lingkungan,” ujar Ageng.
Bupati Anas menyatakan apresiasinya atas upaya Pertamina meluncurkan produk baru yang ramah lingkungan tersebut. “Konsep ini bagus dan sesuai dengan visi Pemkab Banyuwangi. Saya berharap produk-produk dan program-program semacam ini akan terus dibangun oleh Pertamina,” tandas Anas.
Anas bahkan menyarankan agar semua mobil bermesin diesel menggunakan bahan bakar Dexlite ini. “Mobil dinas kita tidak semuanya bermesin diesel. Tapi saya sarankan untuk yang masih bermesin diesel agar menggunakan Dexlite yang ramah lingkungan ini,” pungkasnya.
Setelah produk ini di-launching, Pertamina juga melakukan penanaman ratusan bibit pohon cemara di Pantai Cemara. Sebuah pantai yang letaknya di tengah kota, yakni di kawasan Kelurahan Sobo, Banyuwangi. Kegiatan penanaman pohon cemara ini merupakan agenda rutin yang selalu dilakukan Pertamina sejak 2005 hingga kini. Tujuannya, untuk menghijaukan kawasan Pantai Cemara dan menghindarkannya dari abrasi. (Humas)