Peserta Diklatpim Tingkat IV Bangka Tengah Benchmark ke Banyuwangi

Kamis, 4 Juni 2015


BANYUWANGI – Peserta Diklatpim Tingkat IV Kabupaten Bangka Tengah lakukan benchmark to best practices ke Banyuwangi, Kamis (4/6). Ini bukanlah kunjungan yang pertama dari Kabupaten Bangka Tengah. Sebelumnya pada 20 Mei lalu, Pemkab Bangka Tengah, DPRD dan Forum Pimpinan Daerahnya (Forpimda) juga sempat berkunjung ke Banyuwangi khusus untuk belajar tentang bagaimana Banyuwangi mengelola pariwisatanya sekaligus mengemas berbagai event  yang membuat Banyuwangi tersohor di tingkat nasional maupun internasional.

Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Pemkab Bangka Tengah, Yufendi mengatakan, munculnya nama Banyuwangi ke permukaan tak lepas dari terus menggeliatnya Banyuwangi. “Ramai betul berbagai media nasional  menyuarakan nama Banyuwangi. Dan kami lihat, memang tak salah Banyuwangi kemudian ramai jadi perbincangan, karena berbagai inovasi yang dibuat memang akhirnya menjadikan orang ingin datang berbondong-bondong kemari. Itu karena Banyuwangi tidak mau ‘diam’,”tutur juru bicara rombongan Diklatpim IV tersebut.

Meski Pemkab, DPRD dan Forpimdanya telah berkunjung ke Banyuwangi sebulan lalu, peserta Diklatpim IV tetap tak bergeming dengan rencananya yang memang sejak semula ingin mengunjungi Banyuwangi. “Dari awal mereka memang ingin menimba ilmu ke Banyuwangi. Lokus-lokus yang mereka tuju pun kami pandang sesuai untuk dijadikan pedoman bagi kami agar ke depannya lebih baik lagi,” kata Yufendi.

Peserta Diklatpim IV ini total jumlahnya 40 orang. Mereka juga didampingi oleh Kepala BKD Provinsi Bangka Belitung, Muhairi, Kepala BKD Bangka Tengah, Husaini  dan dua orang widya iswara. Lokus yang mereka tuju antara lain Badan Pemberdayaan Masyarakat - Pemerintahan Desa (BPM-PD), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan Dinas Koperasi dan UMKM.

Di BPM-PD, peserta Diklatpim khusus belajar tentang e-Village Budgeting. Di BPKAD tentang pengelolaan keuangan dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Banyuwangi yang sudah berbasis akrual. Di Disbudpar, mereka mempelajari bagaimana Banyuwangi membuat inovasi-inovasi terkait pariwisata. Misalnya dengan mengelola Pulau Merah yang dulunya dipandang sebelah mata hingga kini berubah menjadi begitu dikenal. Sedangkan di Dinas Koperasi dan UMKM, mereka mencari tahu bagaimana cara Banyuwangi mengelola koperasi, UMKM-nya dan kepegawaiannya.

Rombongan ini diterima oleh Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra, Wiyono di aula Rempeg Jogopati Kantor Pemkab Banyuwangi. (Humas & Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :