Pesta Rakyat Jatim digelar di Banyuwangi

Rabu, 12 Agustus 2015


BANYUWANGI - Menyambut Hari Koperasi Indonesia yang ke 68, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Provinsi Jawa Timur, bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan event tahunan berupa Pasar Rakyat yang digelar di Gedung Seni Budaya (Gesibu) pada 8 -12 Agustus 2015.  

Pesta rakyat yang diramaikan dengan pameran aneka produk UMKM, di sepanjang jalan depan Gesibu ini cukup ramai. Ada 60 stand pameran yang ikut meramaikan Pasar Rakyat kali ini. Masing-masing stand menjajakan aneka produk unggulan dari berbagai UMKM di Jawa Timur, Surabaya, Sidoarjo, Bangkalan dan Batu. Produk unggulan tersebut seperti, kerajinan, batik, souvenir, akik dan mebel.

Selain produk kerajinan, pesta rakyat ini juga diramaikan dengan kuliner. Ada 55 stand kuliner yang menjajakan makanan, minuman khas Banyuwangi maupun oleh-oleh khas Banyuwangi. Mulai kripik pisang, mie bayam, es mie telur, sego tempong, rujak soto, sego cawuk dan jajanan tradisonal.

Sesuai tema yang diusung kali ini Recyle Wood,  hampir semua property penghias stand pameran terbuat dari bahan-bahan daur ulang yang dibentuk cantik. Misalnya pintu masuk pameran terbuat dari kayu bekas packing jeruk yang ditumpuk-tumpuk dadu. Panggung pembukaan acara ini pun, juga dihiasi balok-balok kayu bekas yang bagus.  

“Panggung ini luar biasa, terasa beda dan cantik. Kayu-kayu bekas kalau disusun dan diolah lagi menjadi istimewa dan menarik. Saya kira ini bagian dari kreatif dan inovatif, ini bagus sekali,”puji Bupati Banyuwangi, pada pembukaan Pasar Rakyat, dalam HUT Koperasi ke -68 di Gesibu, Selasa malam (8/8).

Selain itu Bupati Anas juga mengingatkan koperasi untuk terus berinovasi dalam meningkatkan usahanya. Saat ini, rakyat tak hanya butuh modal untuk usaha saja tetapi mereka juga butuh memasarkan usahanya. “Karena itu, saya minta koperasi tidak hanya boleh berpangku tangan dengan cara-cara lama, tetapi harus dengan metode baru. Ke depan koperasi bisa dikolaborasikan dengan ekonomi kreatif,” ujar Bupati Anas.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur Dr. Ahmad Mudjib Afan, M.Kes menambahkan pesta rakyat ini sebagai wadah untuk mengenalkan dan memasarkan berbagai produk unggulan dari sejumlah kabupaten yang ikut berpartisipasi di pameran ini. “Melalui acara semacam ini diharapkan terjadi pemberdayaan ekonomi lokal untuk wilayah-wilayah di Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.

Ahmad Mudjib yang asli Banyuwangi ini pun sempat bangga dengan berkembangnya UMKM di Banyuwangi, bahkan Kadis Koperasi ini berjanji akan memfasilitasi pengurusan sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi pencipta dan pemilik asli produk Banyuwangi. “Begitu juga dengan hak cipta, kami akan fasilitasi.  Saya sangat kagum dengan Banyuwangi ini, UMKMnya sangat banyak ada 296.706 dan koperasinya 866, ini menunjukkan kabupaten ini sangat kreatif,” kata Mudjib.  

Pembukaan pesta rakyat ini pun dimeriahkan dengan pesta kembang api dan penampilan penyanyi lokal Banyuwangi yang tengah naik daun Wandra dan Suliyana. (Humas & Protokol)   

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :