Pimpin Apel, Bupati Pastikan Kesiapan Operasi Ketupat Semeru 2015
Kamis, 9 Juli 2015
BANYUWANGI – Guna mengecek kesiapan akhir Operasi Ketupat Semeru 2015 sebagai langkah pengamanan lebaran dan arus mudik/balik Idul Fitri 1436 Hijriyah, polres Banyuwangi menghelat apel gelar pasukan di lapangan parkir ASDP ketapang, Kamis (9/7). Apel yang di pimpin langsung oleh Bupati Abdullah Azwar Anas ini bertujuan untuk memastikan kesiapan terkait kekuatan personil, kelengkapan sarana dan prasarana, serta kesiapan instansi terkait yang turut terlibat dalam Operasi Ketupat Semeru yang akan berlangsung 10 - 25 Juli mendatang.
Bupati Anas dalam sambutannya mengatakan, lebaran merupakan momen yang tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan namun juga sudah menjadi tradisi pergerakan manusia dan barang, ini dibuktikan dengan maraknya tradisi mudik di kalangan masyarakat menjelang dan sesudah lebaran. Hal ini berdampak pada peningkatan kemacetan dan jumlah kecelakaan lalu lintas. “Untuk itu, tradisi ini harus dikelola dengan baik melalui tindakan pengamanan yang dipersiapkan secara matang demi menjaga keselamatan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik,“ ujar Bupati Anas.
Terkait kesiapan pengamanan ini, Bupati Anas menuturkan secara umum Banyuwangi sudah siap, mulai dari infrastruktur jalan, lampu, hingga pengamanan di tempat-tempat wisata sudah dipersiapkan dengan baik. “Bahkan ASDP juga punya tindakan antisipatif untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik. Nantinya akan ada satu pintu dermaga yang bakal difungsikan sebagai pintu penyeberangan. Dengan tambahan satu pintu ini, targetnya arus penyeberangan bisa lebih lancar dari tahun kemarin,” tutur Bupati Anas.
Senada dengan Bupati Anas, Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama, SIK mengatakan semua persiapan untuk gelaran Operasi Ketupat 2015 sudah tuntas. Kapolres Bastoni membeberkan akan ada 640 personel yang bakal diterjunkan. Selain itu, juga telah dipersiapkan 16 pos pengamanan serta 10 pos pelayanan di tempat- tempat wisata. “Pos pengamanan telah kami sebar mulai dari perbatasan Situbondo, di Wongsorejo, hingga di perbatasan Jember yakni Kalibaru. Sedangkan poskonya ada di pelabuhan ketapang ini,” cetus Kapolres.
Kapolres Bastoni menambahkan, pihaknya juga mengerahkan 30 personel untuk menjaga keamanan dalam kapal rute Gilimanuk-Banyuwangi atau sebaliknya. Untuk itu, telah dilakukan koordinasi dengan Polres Jembrana. Perjalanan Gilimanuk-Ketapang akan dikawal personel dari Polres Jembrana, dan sebaliknya rute Ketapang-Gilimanuk akan dikawal personel dari Polres Banyuwangi. “Hal ini kami lakukan untuk mengamankan pemudik dari tindak kejahatan di dalam kapal, seperti pencurian dan penipuan yang menggunakan sihir/ gendam. Juga, untuk mengantisipasi kepanikan penumpang jika terjadi ombak besar. Jadi, nanti minimal kami akan kerahkan 1 personel di masing-masing kapal,” imbuh kapolres.
Selain itu, Kapolres mengatakan pihaknya juga telah bekerjasama dengan Brimob Polda Jatim yang berada di Bondowoso dengan menempatkan sniper-sniper di titik rawan kejahatan dan kemacetan. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya tindak kriminal dalam perjalanan. “Ada satu kompi Brimob dan satu kompi back up dari Polda Jatim yang akan membantu kami. Masing-masing kompi ini beranggotakan sekitar 100 personel. Mereka ditugaskan untuk menindak tegas pelaku-pelaku yang berusaha melakukan kriminalitas. Bahkan mereka juga mengantongi perintah tembak di tempat jika itu diperlukan,” pungkas Kapolres Bastoni. (Humas & Protokol)