Poliklinik Baru RSUD Blambangan Telah Diresmikan
Selasa, 20 Oktober 2015
BANYUWANGI – Gedung poliklinik RSUD Blambangan diresmikan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Selasa (20/10). Ruangan poliklinik itu sekarang menempati 2 lantai di gedung utama RSUD, dengan pelayanan 10 poliklinik.
Sebelumnya, semua ruangan poli ini berada di satu lantai gedung rumah sakit. Dengan 10 pelayanan, ruangan poli ini akhirnya terkesan sempit dan berjubel, membuat pasien kurang nyaman. “Setelah direhab dan direnovasi, terlihat ruang poliklinik bersih, rapi, dan nyaman. Bahkan, front office yang melayani loket pasien terlihat mewah dan luas. Begitu juga untuk para lansia, difabel yang ingin berobat telah disediakan fasilitas penunjangnya,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
RSUD Blambangan yang berdiri di atas lahan seluas 2.400 m2 ini mulai direnovasi sejak 2012. Pembangunannya dilakukan secara bertahap mulai dari pembangunan ruang poliklinik dan pelayanan menjadi 2 lantai, hingga fasad depan RSUD.
Saat ini, lantai I RSUD terdapat 4 klinik dan ruang farmasi. Sementara lantai atasnya terdapat ruang dokter, klinik mata, THT, Umum, Gigi, Farmasi, Penyakit Dalam, Jiwa dan kantor. Anggaran yang digunakan untuk membangun gedung poli ini sebesar Rp 7,7 miliar.
Fasad depan RSUD Blambangan pun kini terlihat apik. Bangunannya terlihat moderen, dengan landscape rumput mewarnai halaman depan RSUD. Selain bangunan yang bagus dan bersih, terdapat petugas front office yang siap menyapa pasien dan keluarga yang datang ke RSUD.
Anas juga meminta kepada manajemen rumah sakit agar membenahi manajemen pelayanan rumah sakit. Mulai dari kehadiran dokter, perawatan pasien, hingga waktu tunggu pasien pelayanan. “Yang paling penting kedatangan dokter harus tepat waktu, jangan sampai pasien sudah menunggu dokter belum ada. Kalau sekarang dokternya sudah lumayan tepat waktu,” cetus Bupati Anas.
Selain meresmikan poliklinik, Bupati Anas juga menandatangani Memorandum of understanding (MoU) dengan Universitas Islam Malang (Unisma). MoU ini berisi kerja sama antara RSUD Blambangan dengan Unisma sebagai RS Jejaring Pendidikan Kedokteran Unisma. Jadi setiap sarjana kedokteran yang akan lulus menjadi dokter bisa dikirim ke RSUD Blambangan untuk memperkaya penanganan kasus-kasus penyakit.
“Dengan MoU ini, rumah sakit pemerintah akan memiliki tenaga dokter yang lebih banyak. Karena yang menjadikan seorang dokter itu hebat bukan dari sekolahnya justru dari rumah sakit dimana mereka menemukan banyak kasus medis. Ini yang akan memperkaya keilmuan mereka. Mudah-mudahan dengan MoU ini akan lahir dokter-dokter muda profesional,” ujar Rektor Unisma, Prof Dr Maskuri, Msi usai penandatangan MoU.
Sementara itu, Direktur RSUD Blambangan, dr Taufik Hidayat menambahkaan, selain dengan Unisma ke depan kerja sama dengan perguruan tinggi ini akan ditingkatkan dengan sejumlah fakultas kedokteran perguruan tinggi di Indonesia, di antaranya Unair dan Udayana. “Mungkin tahun depan kita udah bisa lakukan MoUnya, tentunya dengan kerja sama ini bisa meningkatkan grade rumah sakit dari tipe C ke tipe B,”ujar dr Taufik. (Humas Protokol)