Priscilla Saputro, Irma dan Putri Indonesia Anindya Kusuma Putri Siap Tampil di BBF Nanti Malam
Sabtu, 10 Oktober 2015
BANYUWANGI - Jelang puncak pagelaran puncak Banyuwangi Batik Festival nanti malam (10/10) di Taman Blambangan, para desainer, model dan pengisi acara telah hadir di Banyuwangi. Priscilla Saputro, Irma Lumiga, Putri Indonesia Anindya Kusuma Puteri sampai Danang D’Academy pun antusias hadir dalam konfrensi pers yang digelar di Pendopo Saba Swagata, Sabtu siang (10/10). Mereka pun berbagi segala konsep, kesiapan dan kesan jelang tampil di atas paggung catwalk even fesyen bergengsi daerah ini.
Desainer batik nasional Priscilla Saputro, telah siap dengan 60 busana hasil desainnya yang akan ditampilkan nanti malam. Priscilla mengangkat tema Dramatic Carnival Off Beat yang mengambil inspirasi dari kemegahan pagelaran budaya Banyuwangi Etno Carnival (BEC). Seperti gelaran BEC yang selalu ditampilkan dengan kostum megah dan warna-wana mencolok, warna-warna batik Banyuwangi juga dinilai senada karena memiliki warna-warna yang cerah.
“Warna-warna batik yang cerah ini sangat cocok dengan budaya pop yang segmennya anak muda. Inilah batik yang saat ini sedang kita kembangkan karena saat ini pasar batik dengan segmen anak muda sedang meningkat,” kata Priscilla.
Selain itu Priscilla juga mendesain busana batik Banyuwangi dengan desain yang benar-benar internasioal. Dimana desain dan motif dibuat dengan tidak kaku dan sesuai selera masyarakat mancanegara, namun tetap tidak kehilangan jati diri batik sebagai busana adiluhung warisan bangsa. “Kami ingin membawa batik Banyuwangi untuk dunia,”cetus Priscilla.
Sementara itu Putri Indonesia Anindya Kusuma Putri yang akan membawakan karya busana dari Priscilla mengaku bangga bisa terlibat dalam perhelatan fesyen ini. Sebagai Putri Indonesia menjadi salah satu misinya untuk ikut mempromosikan kekayaan budaya daerah termasuk busana batik.
“Batik Banyuwangi sangat menarik karena memiliki warna-warna yang cerah. Saya sangat senang dan angga bisa ikut mempromosikan dan tidak sabar untuk pertunjukkan nanyi malam,” kata Anindya yang juga tampil bersama Puteri Indonesia 3 yang juga Puteri Pariwisata Gresya Amanda dan Putri Indonesia 4 Laras Maranatha.
Sedangkan Irma Lumiga, desainer asli Banyuwangi yang sukses di Bali akan membawakan 26 koleksi busana batik dengan tema Gemah Ripah. Tema ini diangkat karena terinspirasi dari berbagai kemajuan dan kesejahteraan di Banyuwangi yang menurutnya pesat belakangan ini. “Untuk detailnya silahka dilihat nanti malam, yang pasti saya akan membrikan surprise untuk seluruh masyarakat Banyuwagi,” kata Irma.
Sementara itu Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan Pemerintah daerah mengelar even BBF sebagi jembatan untuk mensejahterakan rakyat khususnya para pelaku usaha kecil dan menengah batik. Tidak hanya menggelar even fesyen, upaya untuk memajukan industri batik daerah juga dilakukan dengan kebijakan pemakaian batik selama 3 hari kerja bagi PNS dan satu bulan penuh memakai batik pada bulan Desember bagi seluruh instansi baik swasta maupun negara.
“Dengan cara ini diharapkan geliat industri batik terus berputar karena supply and demand atas produksi batik eus terjaga,” kata Anas.
Tidak hanya itu saja untuk mengembangkan batik, Pemkab juga melakukan penyiapan SDM melalui jalur akademik. Caranya dengan membuka sekolah menengah kejuruan batik (SMK) yang saat ini sudah berjalan satu semester. “Ini memang investasi jangka panjang, tapi kita berharap semua cara ii akan membuat batik Banyuwangi semakin maju dan berkembang,” pungkas Anas. (Humas Protokol)