Program Raskin 2014 Resmi Diluncurkan
Rabu, 12 Februari 2014
BANYUWANGI – Program bantuan beras miskin (raskin) 2014 resmi diluncurkan, Rabu (12/2). Para camat, kepala desa, dan kepala kelurahan yang memegang peranan penting dalam pendistribusian raskin di lapangan, tampak menghadiri kegiatan tersebut. Asisten Pembangunan dan Kesra Drs Wiyono, MH membuka acara tersebut didampingi pimpinan Perum Bulog Sub Divre Banyuwangi, Kepala Bagian Perekonomian, Kepala BRI dan perwakilan Kejaksaan Negeri Banyuwangi.
Meski rumah tangga miskin dan hampir miskin mendapatkan alokasi bantuan raskin, Wiyono mengingatkan agar diversifikasi makanan mulai dilakukan. Hal itu dimaksudkan agar tak bergantung sepenuhnya pada beras. “Sudah saatnya kita memanfaatkan sejengkal tanah yang kita punya di tiap-tiap rumah untuk bertanam umbi-umbian pengganti beras, seperti singkong, ubi kayu, gembili, dan talas. Dengan begitu, walau pun dalam kondisi sedang tidak punya beras, kita masih tetap bisa survive,”kata mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) itu.
Di tahun 2014, Banyuwangi mendapatkan alokasi raskin sebanyak 23.507.280 Kg. Wiyono menghimbau, meski pun ada tim yang mendistribusikan raskin di lapangan, pihaknya meminta agar camat, kades dan kakel ikut mengawal dan memastikan raskin tersebut sampai pada penerima yang tepat. “Libatkan pula Kejaksaan Negeri mulai dari pengurusan hingga penyalurannya,”tandasnya.
Peluncuran secara simbolis program raskin ini sekaligus menjadi penanda dimulainya penyaluran raskin ke 24 kecamatan di Banyuwangi. Penyaluran raskin akan dimulai Kamis (13/2) dan berakhir pada Selasa (4/3). Jumlah Rumah Tangga Sasaran-Penerima Manfaat (RTS-PM) di Banyuwangi sendiri, terdapat 130.596 rumah tangga. Jumlah ini sama dengan RTS-PM pada tahun 2013. Jumlah penerima raskin yang paling sedikit adalah di Kecamatan Giri, yakni hanya sebanyak 2.275 RTS-PM yang tersebar di 6 desa. Sementara penerima raskin terbanyak ada di Kecamatan Rogojampi, dengan jumlah penerima 8.482 RTS-PM yang tersebar di 18 desa.
Ditambahkan oleh Kabag Perekonomian Ir Abdul Rahman, tahun ini, terdapat 217 desa yang tersebar di 24 kecamatan di Banyuwangi yang akan menerima raskin, dengan pagu beras per bulannya sebesar 1.958.940 Kg. Jika ditotal, dalam 12 bulan, pagu berasnya mencapai 23.507.280 Kg. “Sekali menerima, mereka mendapatkan jatah sebanyak 15 Kg. Dan dalam penyaluran raskin besok, para penerima raskin akan menerima beras untuk jatah 2 bulan (Januari dan Februari, red). Sebab raskin di bulan Januari mengalami keterlambatan,”terang Rahman.
Untuk membawa pulang 15 Kg beras, lanjut Rahman, para penerima hanya diminta untuk membayar sebesar Rp. 24 ribu atau sebesar Rp 1.600,- per kilonya. Dengan kualitas beras medium, harga tebus yang harus dibayar tersebut, masih jauh lebih murah di bawah harga pasaran.
Peluncuran program raskin yang diselenggarakan di Pondok Wina ini ditandai dengan penyerahan buku petunjuk teknis subsidi raskin tahun 2014 kepada camat, dan penyerahan secara simbolis raskin kepada perwakilan RTS-PM. (Humas & Protokol)