Radio Komunitas Dinilai Dukung Proses Pembangunan di Banyuwangi
Sabtu, 29 Juni 2013
BANYUWANGI – Pertumbuhan radio komunitas di Banyuwangi dinilai mendukung proses pembangunan di Kota Gandrung ini. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informatika Suprayogi, Kamis (27/6), dalam pembinaan dan pelatihan regulasi, program dan warta komunitas yang digelar bagi Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) – Banyuwangi.
Namun, menurut Suprayogi, pertumbuhan radio komunitas itu harus tertib dan dibarengi dengan peralatan yang standar. “Selama ini peralatan yang dimiliki radio komunitas di Banyuwangi belum sesuai standarisasi. Sehingga menimbulkan gangguan pada jaringan komunikasi dan sistem navigasi bandar udara Blimbingsari. Saya harap standarisasi peralatan itu betul-betul diperhatikan,”ujar Suprayogi yang menjadi salah seorang nara sumber dalam acara tersebut.
Sementara itu, Koordinator JRKI Aguk Wahyu Nuryadi mengatakan, radio komunitas di Banyuwangi memang tengah menjamur. Sayangnya, belum banyak yang mengantongi izin. “Radio komunitas yang sudah berizin ditandai dengan kepemilikan akta dan mengusung program pemberdayaan masyarakat. Selain itu komunitasnya juga jelas dan visi misinya sejalan dengan ruh komunitas yang ditetapkan negara,”beber Aguk. Pertemuan ini, tambah Aguk, akan menyamakan visi misi dan menjadi ajang tukar pendapat antar sesama radio komunitas di Banyuwangi.
Kegiatan yang diadakan di aula PMI ini juga menghadirkan sejumlah nara sumber dari berbagai instansi, antara lain Bagian Humas & Protokol Pemkab Banyuwangi, Badan Pemberdayaan Perempuan & KB, Perempuan Adat Aman dan JRKI Jawa Timur. Hadir pula Presidium Jaringan Radio Komunitas Budaya Blambangan (JRKBB), serta perwakilan Ijen FM ( Licin) dan Citra FM (Sempu). (Humas & Protokol)