Raih Sukses, Pengusaha Keripik Asal Banyuwangi Berbagi Kiat

Rabu, 13 Desember 2017


BANYUWANGI – Pantang menyerah adalah syarat utama sebuah kesuksesan. Keyakinan akan hal tersebut mengantarkan  seorang Abdul Majid Firdaus menjadi seorang pengusaha keripik.

Saat ini, pria asal Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi tersebut mampu meraup omzet sebesar Rp. 6 juta tiap bulannya dengan beragam varian keripik yang dijualnya, mulai pisang, singkong, talas, bahkan hingga rengginang.

Sebelum menjadi berhasil seperti saat ini, Majid awalnya harus melewati pahit manisnya perjuangan.

“Tahun 2003 adalah masa awal saya merintis usaha jajanan keripik. Dengan keterbatasan yang ada, saya hanya mengerjakannya berdua dengan istri saya, apalagi saat itu tidak punya karyawan sama sekali,” ujar suami  Siti Nur Qoyimah itu.

Hanya bermodalkan sebesar Rp 300 ribu, kenang Majid,  waktu itu hanya cukup untuk membeli bahan baku berupa pisang, minyak goreng, dan plastik untuk kemasan.

Setiap pagi ayah dari kedua anak ini mengawali hari-harinya dengan proses pengupasan bahan baku, perendaman, penggorengan, sampai tahap pengemasan. Dia melakukan proses produksi ini mulai selepas sholat shubuh sampai pukul 16.00 WIB.

Berbekal kesederhanaan manajemen pemasaran, dia memasarkan jajanan keripik pisang ke warung dan tetangga terdekat. Ia gunakan kurun waktu satu minggu. Yakni tiga hari untuk proses produksi, tiga hari untuk pemasaran, dan satu hari untuk istirahat.

“Saya memasarkan keripik pisang dengan sepeda onthel yang saya miliki ke beberapa warung terdekat. Selang beberapa hari, saya kontrol lagi, apakah produknya sudah laku atau belum,” tuturnya.

Ketika itu Majid sering mendapati keripik yang dititipkannya ke warung-warung dan para tetangga kurang laku. Tak semua  konsumen menerima dan mau mengkonsumsi produknya. Hal tersebut terjadi selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Hampir saja membuat Majid putus asa dan kewalahan. Karena waktu itu, usahanya masih seumur jagung.

Melewati masalah itu, Majid akhirnya membuka diri dan pikiran untuk terlibat dalam pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh dinas-dinas daerah. Banyak sekali pelatihan yang ia ikuti, mulai dari pelatihan produksi pembuatan kripik, pelatihan kemasan, sampai pelatihan terkait  pemasaran.

Barulah di tahun 2005 usahanya mulai tumbuh, berkat mengikuti beberapa pelatihan pendukung. Di tahun ini pula, Majid mulai melebarkan sayap dalam memasarkan produknya seiring dengan perkembangan koneksi yang ia bangun.

“Setelah mengikuti pelatihan,  usaha saya semakin berkembang. Baik soal kualitas produk sampai dengan perkembangan jaringan pemasaran. Ditambah dengan adanya empat orang karyawan yang memiliki dedikasi tinggi. Saya sangat berharap sekali pemerintah terus melakukan edukasi kepada masyarakatnya melalui pelatihan-pelatihan,” tutur pria 51 tahun ini.

Digagasnya banyuwangi-mall.com oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membuat  Majid bersemangat untuk bergabung. Banyuwangi-mall.com adalah market place milik pemkab yang memfasilitasi beberapa UMKM di Banyuwangi agar bisa memasarkan produknya secara online. Selain itu, Majid juga menitipkan produknya di beberapa pusat toko oleh-oleh khas Banyuwangi.

Kini usaha Majid telah menembus konsumen di beberapa daerah seperti Jakarta, Jepara, hingga Semarang. Bahkan digelarnya berbagai festival di Banyuwangi yang memberi kesempatan bagi pelaku usaha mikro untuk bisa membuka stand pameran, membuat usahanya semakain maju dengan pesat.

Intinya dalam merintis usaha apapun, kata Majid, dirinya tidak pernah lupa melakukan tiga hal. Pertama belajar, kedua berjuang, dan ketiga berdoa. “Tiga hal itu selalu saya pegang. Tanpa adanya ridha Allah, mustahil saya bisa seperti sekarang,” tandas Majid.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Banyuwangi, Alief R. Kartiono mengatakan, pihaknya terus mendorong agar UMKM di Banyuwangi terus tumbuh. Sebab UMKM ini merupakan roda penggerak ekonomi masyarakat yang sangat potensial.

“Pembinaan yang kami lakukan adalah pembinaan dua arah. Yakni penumbuhan wirausaha baru (WUB) dan peningkatan kualitas produk bagi UMKM yang sudah eksisting. Harapannya akan banyak bermunculan wirausahawan-wirausahawan baru seperti Pak Majid ini,” pungkas Alief. (*)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :