Ratusan Elemen Pemuda Gelar Dialog Kebangsaan

Kamis, 8 Desember 2016


 

BANYUWANGI –  Ratusan pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan di Banyuwangi berdialog untuk menguatkan kembali nilai-nilai kebangsaan, Kamis (8/12). Mereka berkumpul juga untuk membahas bersama solusi masalah sosial yang tumbuh di masyarakat.

Para pemuda tersebut datang dari berbagai organisasi pemuda antara lain Ansor, Muhammadiyah, Katholik, Pemuda Kristen, Pemuda Hindu, Pemuda Budha, Pemuda Pancasila, Pemuda Panca Marga (PPM). Dialog ini digagas oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Banyuwangi.

Dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kadispora Wawan Yadmadi dialog ini dibutuhkan menjaga kerukunan lintas pemuda. Di tengah beragam isu yang berkembang saat ini, menurut wawan perlu menumbuhkan kesepahaman bersama.

"Selain berbicara tentang pentingnya menjaga kerukunan dalam keberagaman, diskusi ini juga mendorong kaum muda bisa ikut berkontribusi dalam permasalahan-permasalahan kemasyarakatan. Tantangan pemuda saat ini, seperti halnya narkoba, HIV/AIDS, dan pengangguran, harus menjadi perhatian kita bersama," ujar Wawan.

Generasi muda, imbuh Wawan, harus bisa memberikan kontribusinya terhadap pembangunan yang bersifat konstruktif.  “Lewat diskusi kecil ini,  kami ingin dengar ide dan solusi mereka.  Ide-ide ini nanti akan kita rangkum dan tuangkan dalam satu kebijakan. Misalkan kita akan tahu apa saja pelatihan yang perlu kita fasilitasi di era sekarang untuk meningkatkan daya saing pemuda Banywuangi," kata Wawan.

Salah satu pemuda yang hadir, Rifqi Nurul Huda, yang merupakan salah seorang kader bela negara binaan Kodim 0825. Rifqi merasakan bahwa pemuda di jaman sekarang perlu dikuatkan kembali nilai-nilai kebangsaan ini hingga ke tingkat kader paling bawah.

Menurut dia, etika kebangsaan pemuda mulai luntur yang dicerminkan dari kegiatan kepemudaan yang mulai jarang ditemukan. Misalnya Karang Taruna yang dulunya sangat intens, sekarang sudah tidak eksis.

“Kami akan lanjutkan penguatan nilai-nilai kebangaan ini ke kader yang ada di desa-desa melalui karangtaruna. Wawasan kebhinekaan memang perlu agar bisa menjadi landasan kami setiap melakukan kegiatan. Sehingga tak ada perbedaan dari pemuda mana, yang penting misinya,” kata Rifqi.  

Acara ini menghadirkan dua nara sumber, yakni Kepala Staf Kodim 0825 dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyuwangi, Wiyono.

Dikatakan Wiyono, penguatan kebangsaan adalah menanamkan kembali nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan yang mulai pudar di dalam diri pemuda. “Tidak perlu ada perbedaan dari mana asal pemuda. Kaum muda harus jadi perekat dalam setiap langkah membangun negeri atau daerah,” kata Wiyono.  

Mendapat pencerahan dari Wiyono, para pemuda ini terlihat antusias, meski baju dan atribut para pemuda ini berbeda. Mereka pun berlomba saling mengutarakan ide dan gagasan positip untuk membangun daerah.

Salah satunya, disampaikan tokoh pemuda dari Pemuda Panca Marga, Thowil Firdaus, yang ingin membuat jambore pemuda untuk merangsang keberdaan pemuda agar bangkit serta memperkuat kembali ideologi kebangsaan antar pemuda. (Humas)  

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :