Ratusan Mahasiswa FKG Unair Surabaya Bakti Sosial di Banyuwangi

Kamis, 11 Agustus 2016


BANYUWANGI – Ratusan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menggelar bakti sosial (baksos) di Kabupaten Banyuwangi. Aksi sosial yang bertajuk “Dentistry Charity” tersebut berlangsung selama enam hari, Rabu-Senin (10-15/8), terpusat di Kecamatan Pesanggaran.

Sebanyak 120 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dokter yang sedang menempuh pendidikan spesialis tersebut akan disebar di lima desa di kecamatan tersebut. Yakni Desa  Sarongan, Kandangan, Sumberagung, Sumbermulyo, dan Pesanggaran.

Dosen pembimbing kemahasiswaan FKG Unair, Bambang Soegeng, mengatakan bakti sosial ini merupakan kegiatan rutin tahunan FKG Unair yang bertujuan untuk mengasah kecerdasan bermasyarakat para mahasiswanya.

“Melalui kegiatan ini, kami dekatkan mereka kepada masyarakat untuk melatih mereka bermasyarakat. Ini sangat penting sebelum mereka benar-benar terjun ke masyarakat nantinya,” kata Bambang usai bertemu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendapa Kabupaten, Rabu malam (10/8).

Selain itu, lanjut dia, kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi kesehatan gigi di Banyuwangi. Sehingga kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut semakin meningkat.

Untuk mewujudkannya, para peserta baksos akan melakukan penyuluhan. “Yang menjadi sasaran utama kami adalah para kader desa. Mereka ini kami harapkan akan mampu mengawal masyarakat di wilayahnya untuk menaikkan kesadaran menjaga kesehatan. Terutama kesehatan gigi dan mulut,” cetus nya.

Selain kader desa, penyuluhan juga dilakukan kepada anak-anak di sekolah-sekolah. Para siswa akan diajari bagaimana merawat gigi dengan benar, termasuk cara menggosok gigi, berapa kali ideal menggosok gigi dalam sehari, dan makanan apa saja yang bisa merusak kesehatan gigi sehingga mereka bisa menghindarinya.

“Hal ini sangat penting diketahui sebelum mereka menginjak dewasa. Mengingat pada usia ini, gigi masih dalam proses pergantian dari gigi susu ke gigi permanen. Kalau perlakuannya sudah benar sejak awal, kita berharap gigi permannennya akan sehat,” kata nya.

Tak hanya penyuluhan, para peserta baksos juga akan melakukan sejumlah kegiatan lainnya, yakni pemeriksaan dan perawatan gigi yang sifatnya ringan. Seperti pencabutan gigi, pembersihan karang gigi dan penambalan gigi.

“Selain itu, juga ada pembuatan gigi palsu. Ini untuk disumbangkan kepada warga kalau ada kasus yang tidak terlalu berat,” pungkas Bambang.

Sementara itu, Bupati Azwar Anas menyambut baik kehadiran peserta program baksos tersebut di Banyuwangi. Menurut bupati, program tersebut baik karena melibatkan orang-orang muda yang kompeten di bidangnya.

Kehadiran talenta-talenda muda berbakat tersebut diharapkan mampu menyumbangkan hal positif bagi warga Banyuwangi, khususnya warga Kecamatan Pesanggaran yang terletak jauh dari pusat kota.

"Semoga kehadiran anda di sini bisa menjadi inspirasi dan memberi wawasan baru bagi warga yang tinggal di desa-desa terpencil,” kata Bupati Anas.

Mengingat para peserta baksos yang sebagian besar adalah mahasiswa, Bupati Anas pun menyampaikan dan mengundang mereka untuk bergabung dalam program Banyuwangi mengajar. Sebuah program yang digagas Pemkab Banyuwangi bagi para fresh graduate atau sarjana yang baru lulus dengan syarat IPK tertentu untuk mengajar di desa-desa pelosok di Banyuwangi.

“Selain program beasiswa Banyuwangi cerdas, kami juga punya program Banyuwangi mengajar. Mungkin ada diantara peserta yang setelah lulus nanti ingin bergabung, akan kami terima dengan senang hati. Karena, daerah memang butuh talenta muda berbakat seperti anda,” ajak Bupati Anas.

Program Banyuwangi mengajar, imbuh nya, merupakan bagian dari upaya daerah untuk mengembangkan SDM. Sekaligus untuk mensukseskan program-program daerah, salah satunya program smart kampung.

Dalam kesempatan tersebut, bupati yang baru genap berusia 43 tahun ini juga menceritakan kondisi wilayah kecamatan pesanggaran yang jauh dari kota. Namun demikian, kecamatan ini memiliki sejumlah destinasi wisata yang menarik dan banyak dikunjungi wisatawan. Salah satu nya adalah Pantai Pulau Merah.

“Mumpung di Banyuwangi, jangan sampai tidak ke Pantai Pulau Merah. Selain pemandangan bagus, anda juga akan lihat homestay-homestay mulai tumbuh di sana. Karena hotel memang kami larang untuk dibangun di sana. Ini cara kami untuk melakukan pemerataan peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkas Bupati Anas.

Untuk diketahui, bakti sosial ini merupakan kerjasama antara FKG Unair Surabaya dengan PT. PLN (Persero) area Banyuwangi. Kegiatan ini merupakan bentuk penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) PT. PLN (Persero), dimana tahun ini Banyuwangi mendapatkan alokasi untuk dua bidang, yakni bidang kesehatan dan pendidikan. (Humas)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :