Ratusan Mahasiswa UNESA Kuliah di Pemkab Banyuwangi

Selasa, 6 Mei 2014


Banyuwangi – Ratusan mahasiswa jurusan Administrasi Pembangunan dan Administrasi Keuangan Negara, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Surabaya (UNESA) datang ke kantor Pemkab Banyuwangi, Senin (6/5). Kehadiran mereka diterima Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra, Wiyono beserta Kepala Bapeda, Agus Siswanto.

Dosen Pendamping sekaligus pengajar di jurusan Administrasi Pembangunan dan Administrasi Keuangan UNESA, Tauran, Ssos, Msoc.Sc mengatakan kedatangan para mahasiswa dalam rangka melakukan perkuliahan luar kelas. Dipilihnya Banyuwangi sebagai tujuan perkuliahan karena daerah di ujung timur ini dianggap memiliki banyak prestasi di bidang pemerintahan. “Banyuwangi sangat jauh dari ibukota negara, dan dari ibukota provinsi. Daerahnya juga diliputi pegunungan dan hutan. Namun kondisi tersebut tidak menghalangi Banyuwangi menjadi daerah terbaik bahkan menjadi daerah terbaik dibidang perencanaan pembangunan dari Kementrian

 Karena itulah secara khusus mahasiswa diharapkan bisa mempelajari secara langsung tentang administrasi pembangunan dan administrasi keuangan dari Pemkab Banyuwangi. “Kami ingin menunjukkan pada mahasiswa bahwa teori yang dipelajari selama perkuliahan ada implementasinya dan di Kabupaten BAnyuwangi terimplementasi dengan baik. Kami berharap bapak-ibu dapat memberikan ilmunya bagi mahasiswa kami,” harap Tauran.

Sementara itu, Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra, Wiyono mengatakan Banyuwangiterus melakukan pembenahan diberbagai lini selama empat tahun belakangan. Posisi Banyuwangi yang jauh dari pusat pemerintahan  baik negara mupun provinsi dilipat dengan pengoperasionalan penerbangan komersil di Bandara Blimbingsari. “Langkah pertama yang dilakukan Bupati Abdullah Azwar Anas adalah menghidupkan Bandara untuk melipat jarak Antara Banyuwangi dengan berbagai kota besar di Indonesia,” kata Wiyono.

Bersamaan dengan pengoperasian bandara, fasilitas  infrastruktur terus dibenahi baik jalan, maupun infrastruktur penunjang industri. “Investasi yang masuk ke Kabupaten Banyuwangi meningkat tajam. Investasi naik sampai 1200 pesen pada 2013 dibandingkan pada tahun 2010,” imbuh Wiyono.

Dibidang pemerintahan juga mengalami pembenahan. Kinerja birokrasi pemerintahan mendapatkan penghargaan dari Kemendagri dengan masuk 20 besar Kabupaten dengan kinerja sangat tinggi dari 511 kabupaten/kota di Indonesia. Selain itu Banyuwangi juga mendapat Pangripta Nusantara Utama sebagai daerah dengan perencanaan terbaik nomer 2 di Indonesia dari Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Bappenas RI. “Tidak hanya memajukan pembangunan, namun Pemkab Banyuwangi serius untuk membernahi administrasi dan pengelolaan di birokrasi,” uraii Wiyono.

Wiyono berharap mahasiswa nantinya bisa lebih jauh mendalami proses administrasi pembangunan dan keuangan di Banyuwangi. Tidak hanya sekedar mendengarkan paparan dari beberapa kepala dinas yang terkait. “Jangan hanya satu hari, mungkin lain kali bisa menimbah ilmu lagi dengan waktu yang lebih lama sekalian berkeliling menikmati pariwasata di Banyuwangi yang juga sedang terus kita kembangkan,” pungkas Wiyono. (Humas Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :