Ratusan Pelaku Bisnis Pariwisata Ikuti “Banyuwangi Gathering Night in Bali”
Selasa, 3 Desember 2013
BALI – Ratusan pelaku bisnis pariwisata di Bali dan Banyuwangi berkumpul di Sanur Paradise Plaza Hotel, Minggu malam (01/12). Mereka yang terdiri dari pengusaha perhotelan, restoran, travel agent, pengelola obyek wisata dan mass media tumplek bleg dalam kegiatan yang menjadi ajang promosi bersama destinasi potensi pariwisata Banyuwangi bertajuk “Banyuwangi Gathering Night in Bali” yang diadakan oleh Pemkab Banyuwangi.
Sejumlah tokoh juga hadir dalam acara ini. Mulai dari Bupati Banyuwangi, anggota Forum Pimpinan Daerah, Wakil Bupati, Sekkab, para pimpinan SKPD, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, yang seluruhnya hadir bersama istri masing-masing. Juga beberapa tokoh penting, diantaranya Kepala Biro Ekonomi Pembangunan Provinsi Bali, Gede Sujana; Edi Sanyoto dari Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies atau Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA); dan Marketing and Sales Manager PT Garuda Indonesia Muhammad Firman.
Bupati Abdullah Azwar Anas dalam pertemuan ini mengungkapkan kesiapan infrastruktur Banyuwangi untuk menerima kunjungan wisata. “Tahun 2011 ketika kami mengadakan gathering di Bali, begitu banyak pekerjaan rumah (PR) yang diberikan, salah satunya soal infrastruktur jalan. Tapi kemudian dengan segera hal itu kami tindaklanjuti dengan membangun 250 Km jalan pada tahun 2012, yang dilanjutkan dengan 300 Km lagi di tahun 2013, khususnya infrastruktur jalan menuju obyek wisata,” terang bupati.
Tak hanya soal jalan, bupati juga membeberkan infrastruktur pendukung pariwisata seperti pembangunan dormitory tourism untuk para backpacker, pembangunan 2 hotel besar yaitu Santika dan hotel dari Group Alila yang direncanakan mulai beroperasi tahun 2014, akan beroperasinya maskapai Garuda Indonesia pada 2014, serta telah dipasangnya 1100 titik wifi di hampir seluruh tempat di Banyuwangi. “Kami memang jauh dari ibukota atau pusat pemerintahan, tapi dengan information technology (IT), kami ingin mengejar ketertinggalan,”tambah orang nomor satu di Banyuwangi ini, menegaskan berbagai kemudahan yang bisa didapat apabila berkunjung ke Banyuwangi.
Seluruh tamu yang hadir terlihat excited dengan berbagai hal yang ditampilkan. Diantaranya Kepala Biro Ekonomi Pembangunan Provinsi Bali, Gede Sujana. Gede mengatakan, wisatawan yang datang ke Bali hingga bulan November 2013 mencapai 2,9 juta jiwa. Ditargetkan, pada 2018 akan menembus angka 18 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, menurut Gede, sebagai daerah yang paling dekat dengan Pulau Bali, Banyuwangi punya peluang yang amat besar untuk menerima luberan kunjungan wisata. “Saya harap, sebagian wisatawan juga tak akan melewatkan kesempatan untuk berkunjung ke Banyuwangi, menikmati kekayaan yang ditawarkan Banyuwangi,”tandas Gede.
Tidak main-main, untuk menghadirkan ‘ cita rasa’ Banyuwangi dalam acara itu, ditampilkan banyak hal berbau Banyuwangi. Mulai dari tari Jejer Gandrung dan tari Jinggo Yudho, alunan musik ethnic Banyuwangi, video Banyuwangi Discovery yang menceritakan kekayaan wisata budaya Banyuwangi dan video rangkaian kegiatan Banyuwangi Festival. Menariknya, event ini menghadirkan pula 4 talent Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang mengenakan kostum megah dengan karakter Re-Barong Osing, Kebo Geni, Kebo Bumi dan Kebo Bayu Tirta. (Humas & Protokol)