Ratusan Perantau Antri Selfie Bareng Bupati Anas

Jumat, 8 Juli 2016


Banyuwangi - Pulang ke kampung halaman setiap hari raya Idul Fitri tiba, sudah menjadi tradisi yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Tak terkecuali dengan masyarakat Banyuwangi. Setelah sekian lama merantau ke luar daerah, bahkan ke luar negeri, seolah menjadi pembenar bagi mereka untuk menuntaskan kerinduan pada kampung halaman, meski hanya beberapa hari dalam satu tahun.

Ekspresi kerinduan tersebut, bisa dilakukan dalam berbagai hal. Salah satunya adalah dengan bisa bertemu dan foto bersama dengan orang-orang yang dicintai dan menjadi kebanggaan mereka di daerah. Seperti halnya bisa berswafoto (selfie) dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Banyuwangi tersebut, berhasil merebut hati dan simpati masyarakat Banyuwangi yang tersebar di seantero negeri dengan berbagai prestasi yang telah ditorehkan untuk kemajuan Banyuwangi. Seperti yang terlihat dalam acara Halal bi Halal Diaspora Banyuwangi di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Jumat (8/7) yang dihadiri ratusan warga perantau Banyuwangi. Untuk bisa ber-selfie ria dengan Bupati Azwar Anas tersebut, para perantau tersebut rela antri.

Ratusan perantau yang tua maupun muda berebut untuk bisa berjajar dan foto bareng dengan suami ibu Ipuk Festiandani tersebut. Mereka mengaku bangga bisa foto bareng Bupati Azwar Anas. "Mumpung ketemu. Kan, jarang bisa bertemu dan memiliki kesempatan untuk foto bersama dengan Pak Anas," aku Sufyan, mahasiswa asal Banyuwangi yang sedang menempuh kuliah di luar kota.

Permintaan selfie dengan orang nomer satu di jajaran lemkab Banyuwangi ini bahkan berlanjut hingga usai menyantap kuliner khas Banyuwangi yang sengaja disuguhkan kepada para perantau. Dengan telaten Bupati Anas melayani foto tersebut bergantian. Dengan senyumnya yang terus tersungging, Bupati Anas foto dengan penuh keakraban. "Tidak masalah, ini merupakan bagian dari perkembangan zaman yang harus diikuti," aku Anas seusai ber-selfie.

Menurut Bupati Anas, foto-foto yang diunggah di berbagai akun media sosial mereka tersebut sangat berdampak positif. Kabar baik dan kebanggaan mereka akan daerahnya akan tersampaikan melalui berbagai jaringan perteman mereka di dunia maya tersebut. "Kebanggaan tersebut akan memberikan kesan positif dan mengajak orang luar untuk berkunjung ke Banyuwangi," tuturnya.

Tak hanya sosok Bupati Anas yang menarik minat para perantau untuk berfoto. Namun, arsitektur pendopo Banyuwangi yang khas tak luput dari bidikan kamera dan handphone mereka. Perpaduan antara konsep etnik Osing dan green arsitecture yang jarang ditemui di tempat-tempat lain menjadi spot menarik untuk latar belakang foto. Baik dengan teman atau pun koleganya sesama perantau yang bertemu di acara tersebut. (humas)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :