Raung Masih Siaga III, Frekuensi Tremor Menurun
Jumat, 3 Juli 2015
BANYUWANGI – Aktivitas tremor Gunung Raung terus meningkat. Hari ini, jumat (3/7) peningkatan terjadi dari amplitudo 26 mm ke 27 mm. Ini menandakan aktivitas di puncak semakin sering. Namun demikian pengamat PVMBG mengatakan kalau tekanan letusannya justru mulai berkurang.
Pengamat PVMBG Burhan Alethea mengatakan meski dari awal ditetapkannya status siaga III pada 29 Juni lalu aktivitas tremor terus meningkat, namun sudah terjadi peregangan frekuensi tremor. Ini menandakan tekanan sudah berkurang.
Selain itu, lanjut Burhan, saat ini Gunung Raung memang dalam proses mengeluarkan lava. Jadi setiap hari akan ada peningkatan aktivitas tremor tapi diperkirakan aktivitas itu akan berhenti pada amplitudo 28-29 mm.
“Yang dikhawatirkan apabila mencapai amplitudo maksimal yakni 32. Tetapi sebenarnya juga tidak apa apa asalkan secara visual tidak lebih buruk dari sekarang, maka tidak akan naik status. Kondisi lebih buruk misalnya pijar sampai keluar kaldera, suara gemuruh yang sering dan asap semakin tebal. Tapi sejauh ini belum ada tanda-tanda lava keluar kaldera,” terangnya.
Burhan juga mengungkapkan kalau saat ini sudah ada dua lubang kaldera di puncak Raung. Lubang ini terdeteksi dari satelit lansat 8 milik Indonesia pada 25 Juni 2015. Dengan adanya dua kaldera akan melancarkan aliran lava dan mencegah letusan yang lebih besar lagi. “Karena itu saya perkirakan letusan akan terus seperti ini tapi prosesnya lama,” cetusnya.
Seiring meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Raung, Bupati Abdullah Azwar Anas melakukan peninjauan langsung kondisi terkini. Bupati pun bertemu dengan warga desa yang tinggal sekitar 4 KM dari puncak Gunung Raung.
Bupati Anas mengatakan, dengan peningkatan status dan aktivitas Gunung Raung pemerintah daerah telah melakukan beberapa persiapan. Di antaranya membagikan masker kepada warga dan menyiapkan bantuan dasar apabila terjadi peningkatan status ke level yang membahayakan.
“Tadi saya mendapatkan informasi dari pengamat PVMBG memang terjadi peningkatan aktivitas. Tetapi belum membahayakan. Tapi kita terus siaga menghadapi segala kemungkinan,” kata Bupati Anas.
Pada kunjungannya tersebut Bupati juga memberikan dukungan moral kepada warga agar tidak perlu khawatir dengan peningkatan aktivitas Gunung Raung. Karena antisipasi terjadinya bencana yang lebih besar sudah disiapkan. Namun Bupati juga tetap mengingatkan warga untuk selalu waspada. “ Mudah-mudahan kondisi ini tidak berlangsung lama,” harapnya.
Sementara itu, meski Gunung Raung telah ditetapkan statusnya menjadi siaga, aktivitas masyarakat setempat berjalan seperti biasa. Seperti yang dituturkan Abdul Ghani warga desa Sumber Arum, Songgon yang mengatakan meski selama dua hari ini terasa hujan abu tipis di waktu tertentu, warga masih belum merasa perlu mengenakan masker dalam beraktivitas sehari-hari.
“Sudah 2 hari ini hujan abu tipis terjadi di sini. Namun ini hanya di sore sampe pagi hari karena kebetulan anginnya berhembus ke arah Selatan, ke desa kami. Kami ya masih beraktivitas seperti biasanya, meski terkadang timbul was was juga,” ujar Ghani. (Humas Protokol)