Redam Lonjakan Harga Beras, Bulog Salurkan 1958 Ton Raskin dan Lakukan OP

Kamis, 26 Februari 2015


BANYUWANGI – Untuk mengatasi lonjakan harga beras, Perum Bulog Divre Banyuwangi menyalurkan beras rakyat miskin (raskin) sebanyak 1958 ton untuk seluruh rumah tangga sasaran se Kabupaten Banyuwangi. Penyaluran telah diawali sejak 23 Maret di 6 kecamatan Banyuwangi.

Kepala Bulog Divre Banyuwangi, Sopran Kenedi mengatakan sesuai arahan Bupati Abdullah Azwar Anas, Bulog diminta menyalurkan raskin untuk mengatasi kenaikan harga beras yang sedang terjadi saat ini. Bulog pun telah mengalokasikan penyaluran raskin untuk bulan Januari dan Februari kepada 130.596 ribu rumah tangga dengan jumlah raskin sebanyak 1958 ton. “Kami mulai mendistribusikan sejak 23 Februari kemarin,” kata Sopran di acara Sosialisasi Pendistribusian Raskin di Gedung Wanita, Kamis (26/2).

Saat ini, lanjut Sopran raskin telah tersalurkan sebanyak 827 ton di 6 kecamatan yakni Wongsorejo, Kalipuro, Banyuwangi, Giri, Glagah dan Licin. Itu berarti masih tersisa 1131 ton raskin yang masih akan disalurkan ke 18 kecamatan. “Kami targetkan pendistribusian raskin kepada masyarakat selesai 11 Maret mendatang,” ujar Sopran.

Pada pendistribusian raskin ini,  tiap rumah tangga miskin berhak mendapatkan raskin sebanyak 15 kilogram dengan nilai tukar perkilogramnya RP.1600. Namun karena yang disalurkan stok raskin Januari dan Maret maka tiap RT akan mendapat 30 KG raskin. “Jadi dapetnya double,” kata Sopran.

Selain penyaluran raskin, untuk mengatasi lonjakan harga beras, Bulog bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banyuwangi juga akan melakukan operasi pasar (OP). OP dilakukan dengan menyalurkan beras ke 12 pasar se Kabupaten Banyuwangi dengan harga lebih murah dari harga beras dipasaran. Pasar yang mendapatkan penyaluran berass OP antara lain Pasar Banyuwangi, Pasar Blambangan, Pasar Rogojampi. “ Juga di Pasar Wongsorejo, Pasar Bajulmati dan beberapa pasar lainnya. Operasi pasar akan kita lakukan secara bergiliran,” imbuh Sopran.

Masing-masing pasar akan mendapatkan gelontoran beras sebanyak 1 ton. Beras yang dijual bertipe Medium dengan harga Rp. 7300/KG. Beras akan dijual dalam kantong yang berisi berisi 5 KG dan tiap konsumen hanya boleh membeli maksimal 10 Kg atau 2 kantong beras. OP akan berlangsung mulai besok Jumat (27/2) sampai 11 Maret. “Kami akan mengevaluasi tiap 10 hari apakah penyaluran raskin dan OP sudah bisa membawa dampak penurunan harga beras. Kalau belum OP kita lanjutkan,” pungkas Sopran. (Humas Protokol)

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :