Ribuan Pelajar Awali Sedekah Oksigen dengan Gerakan Pelajar Menanam 1000 Pohon
Senin, 16 Desember 2013
BANYUWANGI – Sebagai perwujudan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengawali gerakan sedekah atau zakat oksigen, ribuan pelajar dari SD hingga mahasiswa se Kabupaten Banyuwangi, melakukan Gerakan Pelajar Menanam di lereng bukit Watu Gedek dan sepanjang jalan Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Senin (15/12).
Sebanyak 2.300 bibit pohon terembesi, sengon, alpukat, mahoni dan durian ditanam secara serentak oleh ribuan pelajar yang dimotori pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Cabang Banyuwangi. Sebelum penanaman pohon-pohon tersebut, dilangsungkan upacara sebagai tanda dimulainya gerakan ini. Upacara yang digelar di Lapangan Dusun Krajan, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu ini diinspekturi Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.
Dalam sambutannya, Bupati Anas, menyatakan terima kasih atas gagasan PCNU yang telah menggagas para pelajar untuk melakukan Gerakan Pelajar Menanam ini. Karena dengan menanam pohon nilainya sama dengan zakat Oksigen. Lewat pepohonan akan diproduksi oksigen yang sehat yang berdampak positif pada metabolisme tubuh manusia. “Mudah-mudahan gerakan ini akan terus tumbuh dan berkembang di masyarakat. Saya juga minta sekolah-sekolah menanami lingkungannya dengan tanaman-tanaman yang rimbun agar menghasilkan oksigen yang banyak. Seperti buah-buahan atau pohon terembesi. Jangan pohon Janda Merana lagi,” kelakar Bupati Anas.
Dikatakan Bupati Anas, kenapa oksigen itu penting? Karena dalam satu hari kita menghirup oksigen sebanyak 2.880 liter. Jika diasumsikan dengan harga oksigen murni per tabung kapasitas 1 liter seharga Rp 25 ribu, maka lewat zakat oksigen bisa dihemat dana Rp 72 juta per hari atau Rp 5 miliar 550 ribu/bulan. Yang juga sama artinya dengan Rp 67 miliar/tahun. “ Dan itu gratis dari Tuhan YME. Maka kalau begitu kita perlu bersyukur atas pemberian Tuhan ini dengan ganti sedekah atau zakat oksigen. Caranya dengan terus menanam dan menghijaukan lingkungan kita,” ujar Bupati.
Selesai memberi sambutan, Bupati Anas melakukan penanaman pohon terembesi secara simbolis, sebagai tanda dimulainya Gerakan Pelajar Menanam dengan disaksikan dan diikuti ribuan pelajar dan masyarakat.
Gerakan menghijaukan Banyuwangi tidak hanya dilakukan pelajar, karena setelah bersama pelajar Bupati Anas melanjutkan dengan melakukan ikrar Deklarasi “Curah Jati “ bersama perwakilan tokoh umat beragama se Kabupaten Banyuwangi untuk mengajak seluruh komponen warga menghijaukan Banyuwangi. (Humas Protokol)