Ribuan Pengunjung Padati Festival Naga Berbunga, Mereka Berdoa Hingga Lepas Lampion

Minggu, 9 Oktober 2016


Ribuan pengunjung memadati sepanjang jalan bulak Pucang Sari, yakni di Jalan Slamet Cokro, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi pada Sabtu malam (8/10). Mereka berbondong-bondong untuk menghadiri puncak Festival Naga Berbunga Jambesari. Setelah hikmat berdoa mengharap keberkahan hasil pertanian yang dilakukan oleh umat lintas iman (Islam, Hindu, dan Nasrani), lalu masyarakat melepaskan ratusan lampion ke udara.

“Ini untuk pertama kalinya kita mengadakan festival naga berbunga ini. Tak menyangka antusias masyarakat bisa membludak seperti ini,” ungkap Kepala Desa Jambewangi Suprayitno.

Festival ini sendiri mengambil momentum selamatan kampung dalam rangka memulai musim kawin (polinasi) pohon buah naga yang mulai memasuki musim berbunga. “Potensi alam disini sangat baik untuk melakukan perkawinan terhadap bibit tanaman, seperti halnya tomat, cabai dan juga buah naga. Nah, saat ini kita mencoba mengembangkan yang terakhir ini untuk  menjadi produk andalan desa kami,” ujar Suprayitno.

Potensi buah naga di Jambewangi, menurut Suprayitno, cukup besar. Komoditas buah naga semakin melengkapi potensi pertanian yang selama ini menjadi mata pencaharian utama 24 ribu penduduk Jambewangi. “Ada 500 sampai 600 Hektar lahan pertanian yang ditanami buah naga,” ujarnya.

Festival yang digagas oleh para pemuda-pemudi desa serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jambewangi itu tak semata mengangkat buah naga saja. Namun, juga ingin mengangkat potensi desa yang lain guna diperkenalkan ke khalayak luas. Mulai dari berbagai produk UMKM, kuliner sampai tradisi dan budaya masyarakat setempat.

Oleh karena itu, imbuh Suprayitno, warga terlibat penuh dalam pelaksanaan hingga pendanaan. Selain menggunakan dana kas desa, juga banyak warga yang ikut menyumbang dalam pelaksanaan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan membeli lampion. “Lampion yang dilepas itu, merupakan bentuk iuaran warga untuk acara ini. Mereka menebus lampion seharga Rp. 20.000. Dari keuntungan itu, dibuat untuk membantu pembiayaan ini,” ungkapnya. “Lumayan, hampir seribuan lampion yang laku,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiyatmoko yang menghadiri langsung merasa senang dengan antusiasme masyarakat dalam menggali dan mengembangkan potensi desanya masing-masing. “Jika geliat masyarakat desa seperti Jambewangi semua dalam mengembangkan potensinya, maka saya optimis Banyuwangi kedepan akan semakin maju,” ungkapnya disela-sela kegiatan.

Dalam kesempatan itu, Wabup Yusuf Widiyatmoko juga berkesempatan untuk melakukan prosesi pengawinan buah naga untuk pertama kalinya. Selain itu, ia juga memotong tumpeng yang menjadi penanda selametan sebelum kemudian diadakan makan dengan takir (makanan yang ditempatkan dari wadah yang berasal dari dedaunan) oleh semua pengujung (humas).

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :