Ribuan Siswa Banyuwangi Ikuti Olimpiade MIPA Berbasi IT
Rabu, 16 Maret 2016
<span 1.6em;"="">BANYUWANGI – Sebanyak 1200 siswa sekolah dasar (SD) mengikuti Olimpiade Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) berbasis teknologi informasi (IT) di Pendopo Sabha Swagata, Selasa (15/3). Ribuan siswa yang terdiri atas siswa kelas 3, 4 dan 5 ini pun masing-masing membawa laptop sebagai media untuk mengerjakan soal.
Untuk mengerjakan soal, setiap siswa diberikan password untuk mendownload semua lembar pertanyaan. Tangan-tangan kecil itu pun terlihat terampil mengetik kata kunci yang diberikan. Sambil menunggu proses mengunduh 50 soal sains tersebut, mereka sesekali bercanda dengan temannya.
Sejak 2013, Pemkab Banyuwangi menggelar olimpiade sains berbasis IT. Dikatakan Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, Olimpiade MIPA berbasis IT ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Pemkab Banyuwangi sejak mentasbihkan diri menjadi kota digital society.
“Sejak bertransformasi menjadi kota digital dengan pemasangan 1200 wifi di berbagai lokasi anak-anak semakin terbiasa dengan pemanfaatan IT. Lewat acara ini kami ingin IT ini juga dibiasakan dalam dunia pendidikan,” kata Wabup Yusuf saat membuka acara tersebut.
Lewat lomba ini, lanjut Yusuf, para siswa diharapkan tidak hanya cerdas dalam akademis, namun juga trampil di bidang teknologi informasi. “Siswa zaman sekarang beruntung hidup di zaman pesatnya perkembangan teknologi informasi yang bisa memberi kemudahan di banyak hal. Oleh karenanya murid-murid harus rajin berlatih dengan tetap didampingi oleh guru dan orang tua,,” pesan Wabup.
Salah satu peserta lomba asal SDN 1 Purwoharjo, Nadia mengaku senang bisa mengikuti Olimpiade MIPA berbasis IT. Baginya mengerjakan soal dengan laptop sangat menyenangkan. “ Pakai laptop lebih asyik daripada pake kertas,” kata Nadia.
Nadia pun bersama temannya nampak antusias mengisi jawaban lewat komputer jinjingnya. Mereka nampak asyik, meng-klik jawaban-jawaban soal.
Ditambahkan Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono, pemanfaatan IT untuk olimpiade telah meningkatkan minat anak dalam bidang pelajaran MIPA. Terbukti sepanjang pelaksanaan Olimpiade MIPA yang sudah keempat kalinya ini, siswa yang berminat menjadi peserta terus bertambah. Padahal biasanya mata pelajaran MIPA menjadi pelajaran yang tidak terlalu disukai oleh siswa.
“Tahun lalu pesertanya hanya ratusan, tahun ini mencapai seribu lebih, ini pun sudah dibatasi kalau tidak bisa mencapai 10 ribu orang.” kata Sulih.
Setiap anak mengerjakan soal sebanyak 50 butir dengan soal yang diacak. Waktu yang disediakan untuk mengerjakan soal sebanyak 60 menit. “Karena soalnya diacak jadi mereka tidak bisa saling mencontek, ini juga untuk melatih kemandirian dan kejujuran siswa,” cetus Sulihtiyono. (Humas Protokol)