Ribuan Siswa SD/MI Asah Otak Lomba Teka-Teki Misteri Banyuwangi

Senin, 16 Desember 2013


BANYUWANGI - Ribuan siswa SD/MI se-Banyuwangi memadati Taman Blambangan, Senin (16/12). Mereka tengah berlomba mengasah otak, beradu pengetahuan tentang Banyuwangi dan segenap potensinya. Siswa-siswi SD/MI tersebut terlihat serius mengerjakan soal dalam bentuk teka-teki silang, dengan duduk beralaskan tikar.          

Sebanyak 45  soal yang bertajuk 'Teka-teki Misteri Banyuwangi' itu dibabat habis oleh peserta dalam waktu kurang dari satu jam. Soal-soal tersebut diantaranya tentang sejarah Banyuwangi seperti cikal bakal tari gandrung, tokoh pejuang wanita di Banyuwangi, nama belakang Raja Macan Putih,  nama Bupati Banyuwangi yang pertama, dan nama bupati serta  wakil bupati Banyuwangi saat ini.

Berbagai pertanyaan menyangkut kebudayaan dan pariwisata Bumi Blambangan juga ada, seperti upacara adat masyarakat Alasmalang-Singojuruh, lagu kebanggaan masyarakat Banyuwangi,  perlengkapan penari Gandrung yang dipegang di tangan, tempat wisata mangrove di sekitar Grajagan,Desa Wisata Osing,  wisata penangkaran penyu di Meru Betiri, dan nama batik khas Banyuwangi.  Program pemerintah daerah Banyuwangi juga tidak luput ditanyakan, antara lain salah satu isi program pendidikan pro rakyat Kabupaten Banyuwangi, serta tanaman wajib untuk penghijauan program dari bupati Banyuwangi yang sekarang. Sisanya, adalah pengetahuan umum dan pertanyaan yang berkaitan dengan terjemahan bahasa Osing, Jawa dan Inggris.    

Bupati Abdullah Azwar Anas mengapresiasi kegiatan yang melibatkan 10 ribu siswa dan  merangkul para orang tua dan guru itu. "Saya mendukung sekali kegiatan ini, sebab anak-anak kita diperkenalkan langsung dengan seluk beluk Banyuwangi dan beragam potensinya," ujar bupati.Bupati Anas juga berharap, liburan mendatang, anak-anak diarahkan untuk berwisata di Banyuwangi. "Banyak anak-anak kita  yang belum tahu tempat wisata di pelosok Banyuwangi. Misalnya anak yang tinggal di daerah pegunungan, sekali-kali mainlah ke daerah pantai. Catatlah jenis ikan yang ada disana. Sebaliknya yang tinggal di pantai, mainlah ke daerah pegunungan dan catatlah jenis pepohonan yang ada untuk menambah wawasan kalian," pesan bupati. Kesempatan itu juga tak disia-siakan bupati untuk menyisipkan pesan tentang pentingnya menanam pohon. "Sekolah-sekolah jangan sampai gersang. Tanami dengan tanaman penghijauan. Bahkan saya himbau agar dalam liburan mendatang, anak-anak juga menanam pohon di rumahnya masing-masing,"tandas bupati.  

Kegiatan yang bertujuan untuk menggerakkan potensi gemar membaca  sekaligus mempererat tali silaturrahim di kalangan siswa dan  guru dari 24 kecamatan di Banyuwangi ini merupakan kerjasama antara Dinas Pendidikan, Radar Banyuwangi dan berbagai pihak. Sejumlah undangan turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain Bupati bersama Ny Dani Azwar Anas, para kepala SKPD, kepala sekolah, dan kepala UPTD. (Humas & Protokol)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :