Ribuan Umat Kristiani Rayakan Natal Bersama

Jumat, 6 Desember 2019


BANYUWANGI – Ribuan umat kristiani yang tergabung dalam wadah Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Banyuwangi merayakan Natal bersama, Kamis malam (5/12/2019), di Hotel Surya Jajag, Kecamatan Gambiran. 

Perayaan Natal bersama ini diikuti sekitar 2000 umat kristiani, perwakilan dari 220 gereja kristen se-Banyuwangi. Dengan sukacita, mereka merayakan Natal penuh kesyukuran bersama kerabat dan keluarga tercinta. 

Turut hadir dalam acara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang sekaligus Ketua MUI Banyuwangi, KH. Muh. Yamin;perwakilan lintas agama; perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi; Forum Pimpinan Kecamatan Gambiran; serta SKPD terkait.

Dalam kesempatan itu, Ketua BAMAG Banyuwangi, Pendeta Anang Sugeng, mengajak seluruh umat kristiani untuk menjaga kerukunan. Bukan hanya kerukunan antar umat kristiani, namun juga antar seluruh umat beragama di Banyuwangi.

Mengingat, lanjut dia, kerukunan dan toleransi antar umat beragama menjadi modal penting bagi pembangunan Banyuwangi.

“Dengan semangat Natal, mari kita jaga kerukunan. Semoga ke depan, seluruh umat beragama di Banyuwangi bisa terus hidup berdampingan sebagai sahabat yang kompak menjaga persaudaraan,” kata Pendeta Anang.

Pendeta Anang juga mengajak seluruh jemaat yang hadir untuk terus mendukung program pemerintah daerah.

“Jangan pernah lelah menjaga persaudaraan untuk mendukung pembangunan daerah demi Banyuwangi ke depan yang lebih baik,” pintanya.

Pihaknya juga berterima kasih kepada pemda atas perhatian dan dukungan yang diberikan sehingga peringatan Natal bersama ini dapat dilaksanakan setiap tahun.

“Terima kasih atas support yang begitu besar dari Pak Bupati, melalui FKUB. Semoga sinergi yang baik dengan pemda ini bisa terus terjalin. Dan bersama-sama kita akan membangun Banyuwangi,” ujarnya.  

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banyuwangi, Abdul Aziz Hamidi, yang hadir dalam acara tersebut  mengucapkan terima kasih pada umat Kristiani yang selama ini turut menjaga kedamaian antar umat beragama.

"Umat kristiani selama ini telah turut menjaga kondusifitas daerah. Saya sampaikan terima kasih, dan selamat merayakan Natal. Semoga Natal kali ini bisa menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan bangkit lebih percaya diri," kata Aziz.

Dia pun menyampaikan, dengan modal kebersamaan dan kedamaian, pembangunan Banyuwangi dapat dilakukan secara lancar dan merata di berbagai aspek sehingga Banyuwangi semakin bangkit. Angka kemiskinan tercatat turun signifikan dari tahun ke tahun.

"Di awal kami menjabat pada 2010, kemiskinan Banyuwangi sekitar 20,09 persen. Alhamdulillah saat ini tinggal 7,8 persen," kata Aziz.

PDRB Banyuwangi juga naik, begitu juga dengan pendapatan per kapita masyarakat.  

"Ini bukti bahwa keharmonisan dapat menciptakan kesejahteraan. Maka setiap pembangunan di Banyuwangi akan selalu memperhatikan nilai-nilai keharmonisan antar umat beragama," ujarnya.

Aziz lalu mengajak umat kristiani serta seluruh masyarakat Banyuwangi untuk menjaga kondusivitas saat menghadapi tahun politik pada 2020 mendatang. Dimana, Banyuwangi akan menggelar pemilihan langsung kepala daerah, setelah masa jabatan Bupati Anas berakhir.

“Toleransi antar umat beragama yang telah terpupuk di Banyuwangi jangan sampai rusak hanya karena perbedaan pilihan. Jangan mudah tersulut oleh berita-berita yang sifatnya destruktif ingin memecah belah. Keamanan dan kondusivitas daerah harus menjadi prioritas yang harus kita pertahankan bersama,” pungkasnya.  (*)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :