Rombongan Bule Ramaikan BEC dengan Kostum Gandrung

Sabtu, 12 November 2016


BANYUWANGI - Rombongan bule turut meramaikan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2016 yang digelar Sabtu (12/11). Mereka terlihat excited saat berkesempatan mengenakan kostum gandrung dan ikut berjalan di venue BEC.

Nataly Suntsova (30), misalnya. Gadis Rusia ini, meski merasa kostum yang dikenakan cukup ketat, namun dia tidak begitu mempedulikan. Tadinya saya merasa kepanasan, karena selain kostumnya cukup ketat, udara di Banyuwangi juga panas. Tapi saya terbawa senang bisa ikut ambil bagian di karnaval budaya ini, sehingga urusan panas tidak begitu saya pedulikan," kata Nataly yang baru pertama kalinya datang ke Banyuwangi ini. Untuk kostum gandrung yang harus dikenakannya, Nataly memberikan pujian. Baju Gandrung ini well organized, begitu detail pengerjaannya. Saya sampai terbayang sulitnya bikin baju seperti ini. Suatu kebanggaan tersendiri bisa berkesempatan memakai kostum tradisional Banyuwangi ini," tutur gadis yang dulu berprofesi sebagai model ini. Nataly mengaku, undangan untuk datang ke Banyuwangi ini ditawarkan oleh salah seorang kawannya yang menjadi tour guide. " Dia menjamin kami akan mendapatkan new experience yang sebelumnya tidak pernah kami dapatkan di tempat lain. Dan itu betul. Kami merasakannya sendiri sekarang. Meski kami tidak tahu tariannya, tapi kami enjoy saja berjalan di runway dengan gaya sedikit mixed ala ala kami dengan tarian sesungguhnya, ujar Nataly yang datang ke Banyuwangi bersama 10 bule lainnya dari berbagai negara yang berbeda, diantaranya Srilanka, Ukraina dan Republik Belarusia. Selain Nataly, ada pula bule pendukung BEC lainnya. Dia adalah Dzmitry Magvay Nedashkouskiy. Kostum yang dikenakannya adalah kaos warna hijau bertuliskan BEC, lengkap dengan udeng, selendang dan sarung khas masyarakat Using. Ini pertama kalinya saya ditawari ikut event seperti ini, meski saya sudah berkeliling Asia selama 5 bulan. Bagi saya ini unik dan menarik, ujar Dzmitry yang mengaku mendapatkan tawaran untuk bergabung di BEC dari kawannya via Facebook. Saya terkesan dengan budayanya, keramahan orang-orangnya, dan bagaimana mereka berusaha menjaga budayanya agar tetap lestari, kata Dzimitry yang membawa serta istrinya dalam memeriahkan acara ini. Nataly, Dzmitry dan kawan-kawannya yang lain bergabung bersama 40 ekspatriat lainnya yang juga meramaikan gelaran BEC 2016. (Humas)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :