Rp 310 Miliar Untuk Pembangunan Insfrastruktur

Selasa, 4 Februari 2014


BANYUWANGI – Sebagai daerah paling ujung timur pulau Jawa, Banyuwangi terus berbenah, mulai membuka gerbang investasi, meningkatkan potensi pariwisata hingga kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Guna mendukung itu semua, di tahun 2014 ini pemkab menyiapkan anggaran Rp 310 miliar untuk pembangunan insfrastruktur, jumlah ini naik 48 persen di banding tahun 2013 yang besarnya Rp 230 miliar.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, Mujiono, anggaran yang besarnya hampir 15 persen dari total APBD Banyuwangi yang besarnya sekitar Rp 2, 1 triliun ini, akan digunakan untuk pembangunan sejumlah infrastruktur. Diantaranya, pembangunan infrastruktur jalan, bandara, jembatan, pavingisasi, pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH), sarana dan fasilitas olah raga hingga gedung pendidikan.

Khusus untuk pembangunan infrastruktur jalan, kata Mujiono, dianggarkan Rp 90 miliar dengan panjang jalan yang akan dibangun sekitar 300 kilometer. “Panjang jalan ini juga  meningkat dibanding tahun 2013 lalu, yang hanya 250 kilometer. Bahkan jauh lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata hanya 90 kilometer per tahun,” terang Mujiono.

Untuk infrastruktur jalan ini, akan diprioritaskan pembangunan jalan-jalan poros di tingkat kecamatan, salah satunya jalan penghubung antara dua desa di satu kecamatan dan jalan penghubung antar kecamatan serta jalan menuju akses pariwisata. Selain itu juga peningkatan pemeliharaan jalan dengan hotmixisasi jalan-jalan yang telah diaspal. “Selain hotmixisasi, untuk pembangunan jalan ini pemkab juga menyiapkan 6.000 drum aspal bagi masyarakat yang akan mengaspal jalannya dengan model swadaya. Bagi yang ingin, segera ajukan ke PU,” ujar Mujiono.

Selain jalan, untuk aksesibilitas ini, pemkab juga akan membangun jembatan, terutama jembatan yang telah ada dan rusak. Atau membangun jembatan baru sebagai akses penghubung antara desa dan kota sehingga perekonomiannya bisa merata. Salah satunya, jembatan Wiroguno yang ada di Gambiran. “Jembatan sebagai aksesibilitas menuju ke Terminal Wiroguno dan membuka bottleneck (penyempitan jalur, red) di wilayah Genteng ini, saat ini tinggal memasang rangka baja dan segera selesai tahun ini,” tuturnya.

 Selanjutnya untuk infrastruktur bandara, kata Mujiono, pemkab juga telah menyiapkan Rp 40 miliar yang diperuntukkan untuk pembangunan gedung terminal di Bandara Blimbingsari. “Untuk bandara ini konsepnya go green dengan luas bangunan 36 x 75 meter. Dengan bangunan yang dilengkapi terminal kedatangan, keberangkatan, ruang VVIP, mushola, hall, restoran, art shop dan ruang security. Pembangunan bandara ini akan segera dimulai dan ditargetkan 2015 rampung,” ungkap Mujiono.

Selain hal di atas, imbuh Mujiono, masih banyak pembangunan infrastruktur yang akan dituntaskan di tahun 2014. Diantaranya, penyelesaian sarana olah raga stadion utama lapangan sepak bola dan gelanggang olah raga (GOR) untuk cabang atletik. Salah satunya lintasan lari (jogging track) 100 - 400 meter  dan sejumlah RTH di Kabupaten Banyuwangi. (Humas dan Protokol)   

 

 

                                                                                                               



Berita Terkait

Bagikan Artikel :