RSUD Genteng Kini Dilengkapi Alat Bedah Canggih Arthroscopy
Selasa, 14 Februari 2017
BANYUWANGI – Banyuwangi terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satunya dengan menambah fasilitas alat kesehatan canggih di rumah sakit milik pemerintah. Terbaru, salah satu rumah sakit pemerintah RSUD Genteng kini dilengkapi alat bedah tulang dan otot yang merupakan satu-satunya di Banyuwangi.
Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan pemerintah daerah berkomitmen untuk melengkapi fasilitas kesehatan bagi masyarakat. Selain meningkatkan SDM kesehatan dengan mencukup dokter spesialis, Banyuwangi juga terus menambah alat-alat medisnya. Termasuk alat Artroscopy, yakni alat medis di bidang orthopedi/ bedah tulang, otot, dan persendian.
“Kami terus melengkapi alat-alat medis untuk memaksimalkan kinerja dokter dalam melakukan pengobatan bagi masyarakat. Dengan layanan yang semakin lengkap dan baik, maka permasalahan kesehatan bisa ditangani dengan cepat. Masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke daerah lain kalau akan berobat,” kata Anas.
Anas melanjutkan pengadaan arthroscopy melengkapi alat-alat medis canggih yang dimiliki oleh RSUD. Selain arthroscopy, RSUD Genteng sebelumnya telah memiliki alat EEG (elektoensefalogram) untuk mengetahui adanya gangguan fisiologi fungsi otak dan alat laparoskopi untuk melihat rongga perus dengan tindakan sederhana.
“Ini merupakan salah satu bentuk pemerataan fasilitas kesehatan di Banyuwangi. Kami tidak hanya mencukupi kebutuhan RSUD Blambangan yang ada di kota, namun RSUD Genteng juga kami lengkapi peralatannya untuk memudahkan masyarakat di wilayah Selatan menikmati fasilitas kesehatan," jelas Anas.
Banyuwangi memiliki dua RSUD, yakni RSUD Blambangan di kota Banyuwangi dan RSUD Genteng yang letaknya 35 km arah Selatan Banyuwangi. RSUD Genteng ini didirikan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan warga Banywuangi kawasan Selatan.
Sementara itu, Direktur RSUD Genteng dr. Indah Sri Lestari, mengatakan arthroskopi adalah alat canggih untuk mengatasi semua masalah persendian baik pada usia lanjut maupun muda. Keunggulannya adalah operasi hanya dilakukan dengan sayatan yang sangat minim dan penyembuhannya lebih cepat.
"Arthroskopi kelebihannya luka sayatan operasi yang dibuat lebih kecil. Dengan cara ini tindakan kepada pasien akan berlangsung lebih singkat dari pada prosedur konvensional. Pasien akan lebih nyaman, rasa sakit lebih sedikit dan proses penyembuhan lebih cepat,” ujar dr. Indah.
Indah melanjutkan proses penggunaan Arthroskopi ini dokter akan membuat dua luka sayatan kecil. Sayatan yang pertama untuk memasukkan kamera (endoscopic camera) dan sayatan yang kedua untuk memasukkan alat yang akan bekerja.
"Jadi saat dokter bekerja, pasien dapat melihat prosesnya lewat kamera video yang disambungkan ke layar yang tersedia, sehingga pasien dapat mengetahui masalah yang dialaminya," jelas dia. (Humas)