Saat Menko Maritim Membuka Festival Kuliner di Banyuwangi
Sabtu, 9 April 2016
BANYUWANGI – Setelah tahun lalu mengangkat Sego Tempong, Banyuwangi Festival kini menggelar kembali pesta kuliner makanan khas lokal, Festival Sego Cawuk. Festival ini dibuka langsung Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, Sabtu (9/4) di Taman Blambangan Banyuwangi.
Saat membuka acara tersebut, Menko Rizal menyatakan kekagumannya saat melihat wajah kota Banyuwangi yang semakin bersih dan tertata rapi. “Begitu sampai di sini, ada satu hal yang langsung terekam dalam pikiran saya, bahwa Banyuwangi itu bersih, rapi dan terasa semangat warganya. Saya kira Banyuwangi bisa jadi contoh bagaimana suatu daerah bisa berkembang begitu pesat dalam lima tahun terakhir,” kata Menko Rizal.
Menko Rizal juga memberikan apresiasinya atas inovasi Pemkab Banyuwangi yang tiada henti untuk memajukan daerahnya. dengan menggelar puluhan festival sebagai atraksi daerah.
“Saya salut Banyuwangi memiliki 53 even dalam satu tahun. Banyuwangi bisa jadi alternatif jujugan wisata karena di sini banyak sekali even yang tidak sekedar hiburan namun juga mengusung kearifan lokal,” imbuh Menko.
Usai membuka acara, Menko Rizal pun langsung mendatangi ratusan peserta festival kuliner. Bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Menko Rizal melihat proses penyajian Sego Cawuk.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menambahkan ragam even yang digelar Banyuwangi merupakan cara pemkab untuk merubah image daerah. “Dulu kami hanya sebagai tempat transit, kini kunjungan wisatawan meningkat, bukan lagi hanya numpang ke toilet seperti beberapa tahun lalu. Salah satu caranya adalah menggelar beragam event, salah satunya festival kuliner ini,” ujar Anas.
Dikatakan Anas, Festival Sego Cawuk bertujuan untuk meningkatkan kualitas makanan khas Banyuwangi, khususnya Sego Cawuk. Selain itu, untuk mendorong agar rumah-rumah makan yang menjual sego cawuk semakin memperhatikan higienitasnya.
“Kalau rasanya enak, sajiannya menarik dan tempat jualannya bersih, nilai sego cawuk akan semakin meningkat. Sehingga, akan semakin menarik bagi wisatawan untuk mencobanya,”tutur nya.
Even Banyuwangi Festival digelar sengaja untuk mempromosikan daerah yang ujungnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data BPS, pendapatan perkapita Banyuwangi melonjak 62 persen dari yang 2010 Rp 20,8 juta per orang per tahun menjadi Rp 38 juta per orang per tahun pada tahun 2015. “Angka ini berhasil melampaui sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur yang sebelumnya selalu di atas Banyuwangi," pungkas Anas.
Untuk menyemarakkan gelaran kuliner tersebut, kali ini pemkab mendatangkan Chef Aiko sebagai juri kehormatannya. Sego Cawuk (Nasi Cawuk) merupakan kuliner khas Banyuwangi yang biasanya disajikan menggunakan pincuk (piring yang terbuat dari daun pisang). Nama Sego Cawuk, berasal dari bahasa Using Cawuk yang artinya makan langsung menggunakan tangan. Makanan ini biasanya banyak dijumpai saat sarapan pagi.
Bisa dikatakan Sego Cawuk adalah makanan sehat, lantaran dalam pengolahan makanan ini tidak menggunakan proses penggorengan. Sego cawuk ini terdiri dari nasi yang dicampur kuah dengan parutan kelapa muda, serutan jagung muda yang dibakar dan timun. Makanan ini umumnya berasa pedas namun segar karena ada sedikit campuran asam dalam kuahnya.
Nasi tersebut disajikan dengan lauk pauk, seperti pepes ikan laut, telur pindang, tahu cacah, dan semanggi sambal serai. Selain itu, juga ditambah dengan kuah pindang khas Banyuwangi dan gecok teri. (Humas)