Sambut Kelulusan, Dilarang Konvoi Pelajar
Senin, 13 Mei 2013
BANYUWANGI – Menyambut kelulusan SLTA 24 Mei besok, Pemkab Banyuwangi menegaskan tidak ada konvoi pelajar dalam merayakan euforia kelulusan. Karena, konvoi pelajar dianggap membahayakan pelajar dan aksi ini ditakutkan akan dilanjutkan menuju hal – hal yang negatif.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Banyuwangi, Sulihtiyono sebagai wasiat kepada para pelajar dalam merayakan kelulusannya. Lebih baik kata Sulihtiyono, merayakan kelulusan dengan hal-hal positif yang bersifat membangun. Misalnya, dengan mengadakan kegiatan bhakti sosial atau istighosah di sekolah sebagai ungkapan kegembiraan atas kelulusannya kepada Allah SWT. “Itu akan lebih bermanfaat. Nanti kita akan berikan himbauan ke sekolah-sekolah tentang hal ini,” tutur Kadispendik.
Untuk pengumuman kelulusan pelajar SMA/SMK/MA akan diberikan surat pemberitahuan khusus yang dibagikan oleh masing-masing sekolah kepada tiap-tiap siswa. Tidak seperti yang sudah-sudah, pengumuman kelulusan dipasang di papan pengumuman. “Kalau sudah seperti itu, praktis langsung para siswa histeris dan spontan merayakan kegembiraannya,” ujar Kadispendik.
Ditambahkan Sulih, sebenarnya yang paling penting dari kelulusan ini adalah siswa bisa memenuhi standart nilai yang telah ditetapkan yakni 5,5. Untuk menentukan lulus tidaknya siswa ini, tidak boleh ada angka tiga atau empat di ijazah. Nilai itu diperoleh dari nilai raport 40 persen dan nilai ujian sekolah 60 persen. Dari perpaduan ini akan ditemukan nilai standart 5,5. (Humas dan Protokol)