Sandiaga Uno Beri Motivasi ke 700 Anak Muda Banyuwangi

Jumat, 8 Mei 2015



BANYUWANGI - Pengusaha Sandiaga Uno bergerak ke Banyuwangi untuk menularkan virus kewirausahaan. Pendiri Saratoga Group dan Recapital Group itu memberi motivasi bisnis kepada lebih dari 700 anak muda Banyuwangi dalam acara sharing session, Kamis malam (7/5/2015). Sandi, sapaan akrabnya, mendarat ke Banyuwangi dengan pesawat Garuda Indonesia, lalu sempat ikut melihat International Tour de Banyuwangi Ijen sebelum berbagi pengalaman dengan kaum muda di kabupaten di ujung timur Jawa itu. Acara digelar oleh Pemkab Banyuwangi bekerja sama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, Sandiaga menceritakan lika-liku perjalanan hidupnya dari seorang karyawan yang dipecat hingga kini mempunyai beragam sektor bisnis yang mempekerjakan lebih dari 30.000 karyawan. "Tidak ada ceritanya orang malas bisa sukses. Tidak ada yang instan," ujar Sandi di depan anak-anak muda Banyuwangi.

Sekitar 17 tahun lalu, cerita Sandi, dia dipecat perusahaan tempatnya bekerja. Padahal, saat itu Sandi sudah berada di posisi sangat mapan sebagai vice president. "Saya hanya tinggal selangkah lagi jadi direktur di perusahaan ternama, lalu tiba-tiba diberi surat PHK karena krisis ekonomi. Waktu itu seperti disambar geledek," kata mantan ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tersebut.

Kondisi Sandi terjepit karena melamar ke perusahaan lain bukan hal yang mudah mengingat krisis ekonomi Asia saat itu. "Saya juga bingung memulai bisnis karena tak pernah diberi pengalaman mengelola usaha. Bapak saya karyawan, ibu saya pendidik alias guru," ujarnya.

Titik balik hidup Sandi pun dimulai dari surat PHK. Bersama temannya, Sandiaga lantas membuka bisnis konsultan keuangan, manajemen, dan investasi. Perlahan tapi pasti, bisnis Sandiaga pun akhirnya melebar ke mana-mana hingga saat ini, mulai dari energi dan pertambangan, telekomunikasi, perkebunan, pengolahan ikan, otomotif, bank, asuransi, perusahaan sekuritas, hingga pengelola aset.

Pengusaha kelahiran 28 Juni 1969 tersebut lantas membagi empat prinsip kerja yang menjadi keyakinannya, yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas.

Sandi menuturkan, kerja keras adalah keharusan dan bukan hal yang bisa ditawar. "Kerja keras itu pasti, harus. Kalau mau sukses, ya kerja keraslah," kata Sandiaga.

Kerja keras itu harus diiringi dengan kerja cerdas. "Kerja cerdas itu menghadirkan inovasi dalam segala hal, sehingga kerja kita bisa lebih efektif," jelasnya.

Dalam setiap melakukan aktivitas pekerjaan, prinsip kerja tuntas juga merupakan hal wajib. "Percuma kita kerja keras dan kerja cerdas, tapi tak menuntaskan semuanya. Berikan 100% diri kita untuk satu pekerjaan. Fokus dan tuntaskan," tuturnya.

Nah, semua prinsip kerja itu harus dikerangkai dengan rasa ikhlas. Bekerja dengan ikhlas akan membuat kita lebih teruji dan mampu menghadapi segala rintangan. "Apa pun hasil pekerjaan, ikhlas menerima. Dari keikhlasan itu kita bisa belajar banyak dan memperbaiki diri," pungkas Sandi.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berharap inspirasi dan motivasi dari Sandiaga Uno bisa mendorong anak muda di daerahnya untuk lebih semangat menekuni kewirausahaan. "Semoga anak muda Banyuwangi bisa menjadi Sandiaga Uno baru yang dapat memberi manfaat bagi banyak orang lewat dunia bisnis," kata dia.(humas protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :