Segera Dibentuk, Badan Sensor untuk Lagu-Lagu Banyuwangi
Minggu, 16 Februari 2014
BANYUWANGI - Tak lama lagi, Banyuwangi akan segera punya badan sensor untuk lagu-lagu Banyuwangi. Itu disebabkan lantaran bermunculannya beberapa lagu berbahasa Osing yang liriknya tidak pantas untuk didengar, terutama oleh anak-anak kecil. Padahal bahasa Osing sudah dijadikan materi pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah di Banyuwangi yang menuntut para siswa sering mencari referensi pembelajaran, salah satunya lewat lagu. Janji itu diungkapkan oleh Samsudin Adlawi, ketua umum Dewan Kesenian Blambangan (DKB) terpilih untuk periode 2014 - 2018, ketika dilantik oleh Bupati Abdullah Azwar Anas di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (15/2).
Tidak itu saja, untuk melindungi generasi muda Banyuwangi dari tontonan yang tidak pantas, kata Samsudin, tak hanya lirik lagu Osing saja yang akan disensor, tapi juga gambar-gambar yang secara visual ditampilkan erotis. Selain itu, DKB juga tengah mempersiapkan gebrakan dengan meluncurkan 10 lagu Osing baru. "Launchingnya akan dilakukan pada akhir Februari 2014, dimana pelaksanaannya akan dirangkai dengan diskusi bertemakan lagu berbahasa Osing,"ujar pria berambut gondrong ini.
Dalam pelantikan tersebut, mewakili rekan-rekannya sesama seniman dan budayawan, Samsudin juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kebijakan pemkab yang memfasilitasi seniman dan budayawan untuk bisa mementaskan kesenian tradisional di 6 ruang terbuka hijau (RTH) yang ada di Banyuwangi. "Kami akan membuat berbagai terobosan terhadap seni budaya Banyuwangi , sehingga kesenian yang ditampilkan di RTH tiap malam minggu, khususnya di Taman Blambangan, akan terus menjadi suguhan yang berkualitas,"beber Samsudin yang juga merupakan pengamat media ini.
Secara khusus Bupati Anas mengapresiasi peran serta DKB yang selama ini ikut mengontrol perkembangan seni budaya Banyuwangi. "Saya punya harapan baru dengan dilantiknya DKB. Saya berharap para seniman dan budayawan mulai mengeksekusi gagasan-gagasan baru,"pinta bupati. Termasuk, ujar bupati, menginventarisir berapa jumlah sanggar seni yang hingga kini masih aktif, dan berapa yang sudah tak aktif lagi. "Untuk mengembangkan seni budaya kita, saya juga sudah meningkatkan bantuan dana dari Rp 180 juta di awal saya menjabat, menjadi Rp 800 juta,"tandasnya. Bupati bahkan juga mengusulkan agar 1 bulan sekali, anak-anak yang berlatih tari bisa latihan di pendopo, tak hanya di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata saja. "Saya ingin pendopo jadi rumah untuk rakyat,"pungkasnya.
Berikut nama-nama pengurus harian DKB periode 2014 - 2018 yang dilantik :
Ketua umum : Samsudin Adlawi.
Wakil Ketua 1 : Drs Hasan Baseri,SPd.
Wakil Ketua 2 : Drs Totok Hariyanto, MSi.
Sekretaris : H Bambang Lukito, SH,MM.
Wakil Sekretaris : Mimhajul Qowim,S.S.
Bendahara 1 : Endang Sulistyani, SSos.
Wakil Bendahara : Yulistyo Pujirahayu,SSos, MH.
Juga ada beberapa komisi, antara lain Komisi Advokasi; Musik; Tari; Teater; Seni Rupa; Adat dan Tradisi; Seni dan Ekonomi Kreatif; Sastra dan Bahasa; Penelitian, Diklat dan Perpustakaan; Marketing dan Komunikasi; Sejarah dan Kepurbakalaan; serta Dokumentasi dan Perfilman. Total seluruh pengurus DKB berjumlah 68 orang (di luar jabatan Dewan Pleno yang sebanyak 10 orang). (Humas & Protokol).