Sehari Banyuwangi Dijadikan Benchmarking Peserta Diklat Dua Provinsi, Bali dan Jawa Barat

Selasa, 17 Mei 2016


BANYUWANGI- Dalam sehari Banyuwangi dijadikan tempat benchmarking, dua provinsi sekaligus, yakni Provinsi Jawa Barat dan Bali. Sebanyak 80 peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepimpinan (Diklatpim ) tingkat IV Provinsi Jawa Barat dan 42 peserta Diklatpim IV Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bali, benchmarking to best practices di Kabupaten Banyuwangi, Selasa (17/5).

Widya Iswara Badan Diklat Daerah Provinsi Jawa Barat, Syamsu Rizal, yang merupakan ketua rombongan daerah ini, mengatakan  kedatangannya bersama rombongan dari delapan daerah di Jawa Barat, ini bertujuan untuk melaksanakan salah satu mata diklat yakni benchmarking. Benchmarking merupakan proses membandingkan dan mengukur suatu kegiatan organisasi terhadap proses operasi terbaik di kelasnya.

Dalam kegiatan ini, ada enam lokus yang ada dijadikan tujuan benchmarking ini, antara lain Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Tata Ruang , Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi.

Dari keenam lokus ini, yang menjadi tujuan utama Benchmarking ini adalah inovasi kepariwisataan Banyuwangi. Mengapa memilih Pariwisata? Karena kata Syamsu, kepariwisataan Kabupaten Banyuwangi selama lima tahun terakhir ini mengalami kemajuan yang luar biasa pesatnya.  

“Kami banyak mendengar keberhasilan Banyuwangi dari mana-mana. Mulai dari pengelolaan pariwisata hingga pengembangan sejumlah destinasi wisata yang berbasis alam (ecotourism). Kami benar-benar ingin membandingkan dengan daerah kami. Ternyata Banyuwangi jauh lebih dulu perkembangannya. Kami ingin adopt ilmu yang kami dapat ini,” ujarnya.  

Selain kepariwisataan, mereka juga melihat inovasi pelayanan investasi di BPPT. Di BPPT ini, mereka ingin melihat bagaiaman pelayanan terhadap penanam modal yang ingin berinvestasi di Banyuwangi. Mereka juga ingin pula melihat sejumlah inovasi kesehatan yang telah dilakukan oleh Banyuwangi.

“Kami berharap peserta diklatpim bisa mempelajari dan mengadopsi semua apa yang ada di lokus. Sehingga nantinya dapat diterapkan di wilayah kerja mereka masing-masing,” kata Syamsu.

Hal yang juga disampaikan, ketua rombongan dari Kemenag Provinsi Bali, H Syar’I yang juga melakukan benchmarking ke enam lokasi tersebut.

“Dengan melakukan kunjungan ke lokus ini, diharapkan para pejabat ini bisa termotivasi untuk mengakselerasikan apa yang telah diperolehnya di bidang masing-masing. Kami juga berharap peserta bisa memperoleh gambaran baru dari inovasi Banyuwangi ini,” kata Syar’i.

Sementara itu, Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesra, Wiyono yang menerima peserta diklat ini menyambut baik kedatangan peserta Diklatpim IV tersebut. Bahkan dalam kesempatan itu, dengan rendah hati Wiyono menyampaikan setiap daerah punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, seperti Jawa Barat dan Bali yang telah maju lebih dulu sebelum Banyuwangi.

“Benchmark tidak harus meniru daerah lain. Tetapi bagaimana mengembangkan potensi daerahnya. Seperti Banyuwangi tidak mungkin memfotokopi daerah lain, seperti Bandung, Surabaya atau Bali. Untuk pariwisata kami mengembangkan ekowisata yang menjual keaslian alam.

Sedangkan untuk minat investasi Banyuwangi  melakukan pelayanan lebih cepat bagi penanam modal yang ingin berinvestasi. Untuk promosi investasi, Banyuwangi tak pernah diam, selalu mengikuti atau menggelar event apa saja untuk menarik investor datang ke Banyuwangi.


”Banyuwangi juga menyiapkan peraturan daerah (perda) pemberian insentif bagi investor. Lewat Perda itu, investor yang datang akan mendapat sejumlah insentif dan kemudahan. Di antaranya berpotensi mendapatkan fasilitas berupa keringanan pajak daerah dan pembangunan infrastruktur penunjang,” kata Wiyono.

Selain ke lokus, peserta diklatpim ini juga mengunjungi lounge layanan publik pemkab Banyuwangi. Mereka sempat mencicipi jajanan khas Banyuwangi, yang selalu disiapkan di lounge. Lounge tersebut juga dilengkapi dengan 6 layar TV untuk mempermudah akses data bagi para tamu. Mulai dari program-program pemkab, hingga tampilan CCTV yang mengkoneksikan antara pemkab dengan berbagai dinas terkait. (Humas)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :