Sekolah Pilot Negeri Banyuwangi Diresmikan
Selasa, 24 Desember 2013
BANYUWANGI – Masyarakat Banyuwangi kini boleh berbangga hati, sebab impian memiliki sekolah pilot negeri kini telah terwujud. Sekolah pilot itu bernama Loka Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi (LP3B), yang baru saja diresmikan oleh Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan, Ir. Santoso Edi Wibowo, M.Si, bersama dengan Bupati Abdullah Azwar Anas, Senin siang ini (23/12) di kawasan Bandara Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi.
Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan, Ir. Santoso Edi Wibowo, M.Si mengungkapkan Sekolah pilot yang pembangunannya menelan dana APBN Rp 39 miliar ini telah memiliki fasilitas lengkap guna menunjang kegiatan pendidikan penerbang. Seperti ruang kelas, ruang simulator , ruang laboratorium komputer, klinik kesehatan, ruang makan dan ruang rekreasi. “Ruang simulator dilengkapi dengan 3 alat simulator full motion yang digunakan siswa untuk latihan mengendalikan pesawat,” ungkap Santoso.
Pembangunan LP3B turut dilengkapi dengan asrama yang dapat menampung 80 taruna. Selain itu juga dibangun hanggar berkapasitas 12 pesawat terbang, apron beserta taxiway atau landasan parkir dan landasan penghubung antara hanggar dan landasan pacu pesawat. “Total lahan yang dibangun seluas 2,4 hektar dari 5 hektar tanah yang disediakan Pemkab untuk membangun LP3B ini,” imbuh Santoso.
Sumber daya manusia, menurut Santoso merupakan faktor penting dalam dunia penerbangan. Pembangunan sekolah pilot LP3B ini, merupakan upaya Kemenhub dalam memenuhi SDM udara yang profesional dan handal. “Kebutuhan penerbang semakin meningkat seiring berkembangnya industri penerbangan di Indonesia. Setidaknya dibutuhkan sekitar 800 pilot per tahun. LP3B didirikan untuk memenuhi kebutuhan penerbang baik dari sisi kuantitas maupun kualitas,” ujarnya.
Saat ini LP3B memiliki 47 siswa yang dididik menjadi pilot. Diantara para siswa tersebut terdapat 11 orang siswa yang berasal dari Papua dan sebagian lainnya merupakan calon instruktur penerbang. “Pertengahan 2014 mendatang akan ada 12 orang siswa angkatan pertama yang diwisuda,” tutur Santoso.
Santoso mengatakan, tahun ini Kementerian Perhubungan telah menambah tiga pesawat latih jenis Cessna 172 SP. Sehingga total pesawat yang dimiliki sekolah pilot saat ini berjumlah 5 buah. Tahun depan akan ada penambahan empat pesawat latih. Hingga 2016, ditargetkan LP3B akan memiliki 17 pesawat latih. ”Kami ingin memenuhi rasio ideal 1 pesawat latih untuk 8 taruna,” tuturnya.
Sebelumnya, sekolah pilot ini merupakan bagian dari jurusan Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya. Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, hanya digunakan untuk praktik penerbangan. Kini, dengan berdirinya LP3B, pengembangan dari jurusan yang ada di ATKP Surabaya menjadi sekolah tersendiri. Sekolah pilot negeri di Banyuwangi ini merupakan fasilitas pendidikan pilot kedua yang dimiliki pemerintah setelah sekolah serupa di Curug, Tangerang, Banten yang berdiri pada 1952.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut gembira kehadiran sekolah pilot tersebut. Berdirinya LP3B semakin melengkapi infrastruktur pendidikan yang ada di kabupaten Banyuwangi. Sebelumnya telah berdiri Politeknik Negeri Banyuwangi.
“Banyuwangi bangga dapat berkontribusi melahirkan pilot-pilot handal tanah air. Kami harap LP3B dapat terus bersinergi dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi putra-putri terbaik daerah menjadi penerbang profesional,” harap Bupati.
Bupati juga menambahkan demi meningkatkan kualitas industri penerbangan nasional, tahun depan Banyuwangi akan membangun Bandara Blimbingsari. ”Tahun depan kami akan membangun bandara berkonsep green airport pertama di Indonesia karena tanpa AC, hanya memanfaatkan sirkulasi udara sehingga operasionalnya low cost. Pembangunannya juga menggunakan dana yang minim namun bangunan yang dihasilkan akan luar biasa,” pungkas Bupati.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penanaman pohon trembesi di lingkungan gedung LP3B sebagai bentuk dukungan program sedekah oksigen yang digagas Pemkab Banyuwangi. (Humas & Protokol)