Selain Buah Naga, Kecamatan Bangorejo Miliki Potensi Buah Jeruk
Selasa, 4 Februari 2014
BANYUWANGI – Tidak hanya buah naga, Kecamatan Bangorejo juga memiliki potensi hortikultura berlimpah lainnya, yakni buah jeruk. Hal ini terungkap saat Bupati Abdullah Azwar Anas meninjau lokasi pembibitan buah jeruk usai panen buah naga di Desa Bangorejo, Kecamatan Bangorejo, Selasa (4/2).
Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan, Ikrori mengatakan, kebutuhan bibit jeruk di Kabupaten Banyuwangi sebesar 600 ribu bibit per tahun. Dinas Pertanian bersama kelompok tani di Desa Bangorejo bekerja sama mengembangkan bibit jeruk unggul sebagai varietas asli Banyuwangi. “Selama ini untuk memenuhi kebutuhan bibit petani masih dari luar daerah seperti Tulungagung, Kediri dan Malang,” ujar Ikrori.
Bibit yang dibeli dari luar daerah tidak terkontrol mutunya. Sebab petani membeli bibit yang siap tanam tanpa mengetahui apakah bibit itu berkualitas sejak proses awalnya. “Kami mengembangkan pembibitan jeruk varietas siam pontianak untuk melakukan standarisasi mutu bibit jeruk Banyuwangi,” kata Ikrori.
Untuk mendapatkan bibit yang bermutu tinggi pembibitan dilakukan di dalam screen house (rumah kasa-red). Dalam satu screen house menghasilkan 500 bibit siap tanam. Bibit tersebut dipanen dalam 4 bulan sekali berarti 3 kali dalam setahun. “Kita harus mendorong prakarsa swasta untuk membangun lebih banyak screen house demi mendapatkan bibit jeruk yang berkualitas. Tidak mungkin jika pemerintah menyediakan bibit bagi seluruh petani, namun kami memberikan contoh seperti di tempat ini, untuk bisa diterapkan di tempat lain,” tutur Bupati Anas saat mencoba secara langsung pembibitan jeruk.
Sementara itu, total luas lahan kebun jeruk di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2013 sebesar 8252 hektar dengan rata-rata produksi perhektar sebanyak 27 ton dan total produksi mencapai 222.804 ton pertahun. Sementara luas lahan kebun jeruk khusus di Kecamatan Bangorejo seluas 2.346 hektar dengan total produksi sebanyak 70.380 ton. Penghasilan petani jeruk juga tidak kalah dari petani buah naga.
Salah satu petani buah jeruk mengaku bahwa bagi mereka, kata jeruk memiliki arti "jalan emas rakyat untuk kesejahteraan". Dia mengungkapkan berkat menanam jeruk perekonomian masyarakat meningkat bahkan banyak yang mampu menunaikan ibadah haji atau membeli kendaraan. "Itu contohnya Haji Tarmuji dan Haji Masruri," ujarnya sambil menunjuk dua orang petani jeruk sukses. (Humas & Protokol)