Sempu, Juara I Puskesmas Berprestasi
Selasa, 25 November 2014
BANYUWANGI - Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Tingkat Jawa Timur menjadi kado tersendiri bagi Kabupaten Banyuwangi. Kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini berhasil memboyong tiga penghargaan sekaligus di bidang layanan kesehatan.
Penghargaan tingkat regional itu Juara I Puskemas Berprestasi yang diraih Puskesmas Sempu, juara 2 tenaga kesehatan teladan oleh Supriyono, pegawai Puskesmas Singojuruh. Penghargaan juga diberikan kepada Bupati Banyuwangi sebagai kepala daerah yang berkomitmen meningkatkan kualitas layanan publik bidang kesehatan.
Penghargaan itu diserahkan langsung Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat Puncak Peringatan HKN Provinsi Jatim yang digelar di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Selasa (25/11).
Secara khusus Plt. Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Banyuwangi dr. Wiji Lestariono menjelaskan kemenangan puskesmas Sempu sebagai juara satu puskesmas terbaik tingkat Jawa Timur berdasarkan tiga aspek kriteria penilaian yakni kinerja, aspek pelayanan kesehatan, dan inovasi.
“Berkat adanya berbagai inovasi yang mendorong tercapainya target-target pencapaian MDGS Puskesmas Sempu keluar jadi puskesmas terbaik di Jawa timur,” kata dr. Rio sapaan akrabnya.
Dr. Rio melanjutkan salah satu target MDGs adalah penurunan angka kematian ibu (AKI). Puskesmas Sempu memiliki beberapa inovasi yang mendukung salah satu poin MDGs tersebut . Caranya dengan memberikan pendampingan tenaga kesehatan bagi ibu hamil yang memiliki resiko tinggi. “Setiap ibu hamil yang beresiko tinggi akan didata khusus oleh puskesmas. Mereka inilah yang akan mendapatkan pendampingan selama masa kehamilan sampai persalinan,” kata dr. Rio.
Selain itu Puskesmas Sempu juga memiliki program layanan jemput ibu (LAJU). Layanan ini memberikan fasilitas antar jemput bagi ibu hamil di pedesaan yang letaknya jauh dari puskesmas mulai dari pemeriksaan persalinan sampai pasca persalinan. “Penjemputan menggunakan ambulans puskesmas ataupun mobil warga yang diajak bekerjasama oleh puskesmas. Setiap dusun ada satu mobil warga yang disediakan,” tutur dokter umum yang juga pernah menjadi kepala puskesmas Sempu ini.
Dr. rio melanjutkan, penghargaan kepada Bupati didapatkan karena dinilai memberikan perhatian yang besar kepada peningkatan sektor layanan kesehatan. Khususnya pada pengembangan puskesmas yang merupakan ujung tombak layanan kesehatan masyarakat.
"Komitmen pemkab dinilai melalui pengembangan puskesmas yang ada di sini. Mulai dari fisik, sarana alat kesehatannya, SDM, hingga mekanisme pelayanan yang kita berikan. Selain juga tentunya, pemihakan kita pada sektor kesehatan yang dituangkan dalam anggaran," kata dr. Rio panggilan akrabnya.
Anggaran kesehatan pemkab Banyuwangi pada tahun 2014 sebesar Rp 265,5 miliar. Meningkat 30 persen dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp. 204,4 miliar.
Mendapat banyak penghargaan, Bupati Anas mengaku sangat senang. "Ini buah kerja seluruh elemen masyarakat, dan saya persembahkan untuk rakyat Banyuwangi. Selain itu menunjukkan bahwa sejumlah sektor pembangunan kesehatan yang merupakan kebutuhan dasar rakyat telah menjadi perhatian kami dengan seksama," tutur Bupati. (Humas Protokol)