Sempurnakan Penampilan, KBK RSUD Blambangan Gelar Gladi Resik
Kamis, 29 Oktober 2015
BANYUWANGI – Untuk memantapkan persiapan sebelum tampil dalam ajang Lomba Gelar Budaya pada 3-5 November 2015 besok, dua Kelompok Budaya Kerja (KBK) yang akan mewakili Banyuwangi melakukan gladi bersih di hadapan Sekretaris Daerah (sekkab) dan sejumlah perwakilan SKPD. Gladi bersih ini digelar di Ruang Rempeg Jogopati, Kamis (29/10).
KBK yang mengikuti gladi bersih tersebut adalah KBK Procot dan KBK Sirup. Dua KBK ini merupakan KBK dari RSUD Blambangan sebagai instansi yang ditunjuk mewakili Kabupaten The Sunrise of Java pada lomba tersebut. Dalam kesempatan itu, kedua KBK memaparkan berbagai masalah di RSUD Blambangan beserta solusinya sebagai upaya meningkatkan pelayanan pada masyarakat.
Direktur RSUD Blambangan dr. Taufiq Hidayat mengatakan gladi bersih ini dilakukan untuk menggali masukan, kritik dan saran untuk penyempurnaan penampilan KBK sebelum tampil dalam lomba yang sesungguhnya. “Selain itu, agar penampilan KBK tidak mengecewakan. Karena dalam lomba nanti, kami akan bersaing dengan seluruh Kabupaten/Kota se-Jatim, makanya kami sangat mengharapkan masukan untuk kesempurnaan penampilan dua KBK ini,” kata dr. Taufiq.
Ditambahkan dr. Taufiq, KBK ini dibentuk sebagai respon dari keluhan pasien tentang pelayanan rumah sakit. Diantaranya, banyaknya pasien yang mengeluhkan panjangnya antrian pelayanan obat dan kesulitan pengurusan Akta Kelahiran. “Inilah yang menginspirasi pihak RSUD Blambangan untuk membuat terobosan baru. Tujuannya agar rumah sakit bisa memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,’ ujar dr. Taufiq.
Untuk mensukseskan program pemkab ‘lahir procot bawa akta’, pihaknya telah melakukan sosialisasi persayaratan yang dibutuhkan oleh keluarga pasien agar pemrosesan akta kelahiran dan Kartu Keluarga (KK) baru bisa lancar. Karena selama ini, yang menjadi kendala adalah ketidak tahuan keluarga pasien tentang persyaratan tersebut. Seperti KTP, akta Nikah dan KK lama yang terkadang masih belum diurus. Sehingga usai persalinan, akta kelahiran tidak bisa langsung diurus. Selanjutnya, untuk memecah panjangnya antrian di apotek rawat jalan, RSUD Blambangan juga memiliki jurus-jurus jitu. Diantaranya, dengan membuat instalasi farmasi rawat jalan di lantai satu dan dua rumah sakit, menyegerakan resep yang bertanda khusus dan membunyikan sirine khusus. Sirine ini akan dibunyikan jika ada banyak resep yang masuk di waktu yang bersamaan yang ditakutkan memakan waktu lama jika hanya ditangani oleh petugas yang tersedia.
“Saat sirine berbunyi, petugas di instalasi yang lain akan tahu bahwa instalasi farmasi sedang butuh tenaga bantuan. Maka mereka yang tidak sedang melayani pasien akan segera datang dan membantu mencarikan atau mendistribusikan obat ke pasien. Sehingga pasien tidak perlu menunggu lama,” imbuh dr. Taufiq.
Sementara itu, Sekkab Slamet Karyono, mengatakan bahwa menang bukanlah tujuan utama mengikuti lomba ini, meskipun menjadi juara lomba bisa menambah prestise Banyuwangi. Menurut Sekkab, yang lebih penting adalah
memicu kinerja pegawai untuk memperbaiki pelayanan publik.
“Setiap tahun, pemkab akan menunjuk SKPD yang berbeda sebagai perwakilan dan semua harus siap. Karena pemkab ingin, setiap SKPD terus berinovasi dan berkreasi sehingga terjadi perubahan kinerja yang semakin baik,” ucap sekkab Slamet. (Humas Protokol)