Serahkan Insentif GTT & PTT, Bupati Sekaligus Dengarkan Keluhan Mereka

Senin, 7 Oktober 2013


BANYUWANGI – Satu persatu beberapa guru dan pegawai administrasi  mengadukan nasibnya kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Dengan terbata-bata, ungkapan hati itu mereka ungkapkan sebagai permohonan dan upaya memperoleh perhatian serius. Maklum, sebagai Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT), mereka merasa nasibnya tak seberuntung rekan seprofesinya yang telah diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Rata-rata apa yang mereka sampaikan sama. Mulai dari permohonan terkait pengangkatan sebagai tenaga fungsional dari pemerintah pusat agar dikawal oleh pemkab supaya segera turun; atau jika tidak lolos tes sebagai CPNS, nasibnya tetap diperhatikan. Ada pula yang mengadu di wilayahnya (Kecamatan Kalibaru) kekurangan guru, sehingga mereka harus pontang-panting mengajar untuk memenuhi kekurangan tenaga guru tersebut. Selain itu ada juga yang mengeluh, mengapa pengangkatan bagi tenaga administrasi tidak ada, dan yang diprioritaskan hanya fungsional saja. Ungkapan hati yang disampaikan para guru dan tenaga administrasi tersebut didengarkan dengan sabar oleh Bupati Anas, usai penyerahan insentif bagi  GTT dan PTT se-Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (5/10).

Menanggapi keluhan para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut, Bupati Anas menyatakan keharuannya dan berjanji untuk lebih memperhatikan masa depan mereka. “Pegawai pemkab apabila jumlahnya kurang masih bisa disiasati dengan penggunaan Information Technology (IT). Tapi kalau guru yang kurang, mengingat jumlah siswa dan jumlah sekolah banyak, tetap dibutuhkan banyak guru. Itu yang selalu saya sampaikan ke pemerintah pusat setiap kali saya mohon agar di Banyuwangi moratorium pengangkatan CPNS dicabut,”terang orang nomor satu di Banyuwangi itu. Namun bupati mengatakan, pihaknya meminta maaf terkait pengawalan pemkab atas pengangkatan tenaga fungsional dari pemerintah pusat yang tak bisa dilakukan, sebab itu sepenuhnya domainnya pemerintah pusat dimana pemkab tidak bisa mengintervensi.

Sementara soal guru yang tidak lolos tes CPNS dan minta agar tetap diperhatikan, dengan tegas bupati mengatakan, jika ada yang tidak lulus, dirinya akan mempertimbangkan ulang guru tersebut. “Masa sih guru yang masa kerjanya lama akan saya berhentikan,”ujar bupati yang menjanjikan permasalahan-permasalahan yang disampaikan para guru tersebut akan ditindaklanjutinya bersama Dinas Pendidikan serta Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD)  untuk dicarikan solusinya.

Ke depan, bupati berharap, GTT  dan PTT bisa menjadi teladan di tempatnya masing-masing. Tidak tanggung-tanggung, bupati juga minta kepada GTT dan PTT untuk ikut mengawasi kinerja dan kedisiplinan para kepala sekolah dan rekan seprofesinya yang telah diangkat sebagai PNS. “Kepala sekolah tidak boleh ada yang terlambat masuk sekolah, begitu juga guru PNS. Silahkan laporkan kepada UPTD masing-masing atau langsung kepada saya melalui SMS center pemkab. Ini akan menjadi alat kontrol bagi bupati, sekaligus rasa keadilan bagi non PNS tapi yang kinerjanya luar biasa,”tandas bupati.

Perlu diketahui, dalam kegiatan yang diselenggarakan di halaman pemkab ini, sebanyak 2853 GTT dan PTT menerima insentif dari pemkab. Seluruh GTT dan PTT yang berasal dari jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK se-Kabupaten Banyuwangi tersebut memperoleh insentif masing-masing sebesar Rp 2.119.800,- (Humas & Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :