Serunya Pelajar Latihan Berbahasa Inggris dengan Pembalap Tour de Banyuwangi Ijen
Senin, 11 Mei 2015
BANYUWANGI - Para pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Banyuwangi bersemangat melatih kemampuan percakapan bahasa Inggris dengan memanfaatkan ajang International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI). Di sela-sela persiapan dan waktu santai pembalap dari puluhan negara, para pelajar memanfaatkannya untuk berinteraksi. Pembalap asing pun melayani ajakan berkomunikasi para pelajar dengan gembira.
Salah seorang pembalap yang tampak berkomunikasi dengan sejumlah pelajar dan warga adalah Peter Pouly. Juara International Tour de Banyuwangi Ijen tahun lalu itu merasa senang berada di Banyuwangi. "Saya senang pemandangan alam Banyuwangi yang sangat bagus. Saat saya latihan di sekitar Gunung Ijen, saya mampir ke kafe yang sangat bagus pemandangannya," ujar pembalap asal Perancis ini.
"Masyarakat ramah serta respek kepada kami. Saya senang bisa berbagi pengalaman dengan teman-teman Banyuwangi, juga dengan pelajar," imbuhnya.
Salah seorang pelajar yang menjajal kemampuan berbahasa Inggris-nya adalah Kristin Yuhanto, Pelajar kelas 10, SMAN 1 Giri. Kristin yang tergabung dalam english club di sekolahnya itu memanfaatkan even ITdBi untuk mengasah kemampuannya berbahasa asing. Pelajar itu pun menanyakan sejumlah hal seperti data diri dan kesan pembalap selama di Banyuwangi. Tak ketinggalan, Kristin dan teman-temannya mencoba mengenalkan sejumlah destinasi wisata kepada para pembalap.
"Saya memberanikan diri meskipun kemampuan bahasa Inggris saya belum bagus. Lumayan untuk mengasah kemampuan conversation. Ini tadi saya wawancara dengan pembalap dari berbagai negara," ujar Kristin.
Kristin mengaku cukup terinspirasi setelah berinteraksi dengan pembalap asing. Dia jadi mengerti tentang arti disiplin untuk mencapai juara. "Mereka rajin berlatih dan bekerja keras. Ini jadi penambah semangat dan inspirasi agar saya memanfaatkan waktu untuk kegiatan positif," kata dia. Tak lupa Nurmalia dan teman-temannya berfoto bersama dengan para pembalap.
Begitu juga dengan Tengku Redita, yang juga pelajar kelas 10 SMAN 1 Giri. Selain mengasah kemampuan bahasa Inggris, dia juga melatih kemampuan bahasa koreanya dengan para pembalap dari Korea. Kebetulan dia adalah penggemar artis dan budaya korea atau KPOP. “Saya biasa dengerin musik korea dan nonton filmnya, jadi bisa sedikit-sedikit bahasa korea. Senang sekali bisa dipraktekkan langsung disini,” kata Tengku.
Guru sekaligus pengasuh English Club SMAN 1 Giri, Yuli Setyawati mengatakan ajang ITdBI ini sangat bermanfaat sekali untuk melatih kemampuan berbahasa asing bagi para murid. Mereka bisa berinteraksi langsung bagaimana melakukan wawancara yang baik dan bersikap sopan kepada tamu asing. “Ini juga melatih kepercayaan diri bagi siswa,” pungkas Yuli. (Humas Protokol)