Serunya Peragaan Fesyen di Trotoar Banyuwangi

Jumat, 19 September 2014


BANYUWANGI - Ajang Banyuwangi Batik Festival (BBF) telah dimulai dengan acara "Fashion on the Pedestrian" alias peragaan busana batik di trotoar. Acara digelar di trotoar sepanjang Taman Blambangan, salah satu taman hijau di daerah berjuluk "The Sunrise of Java" itu.

Ajang fesyen "jalanan" ini diikuti oleh 270 peserta yang terdiri para pelajar, PNS dan karyawan perbankkan di Banyuwangi. Ajang ini juga disemarakkan dengan kehadiran 6 bule pengajar magang bahasa Inggris dari Konjen AS.  Sebagai juri adalah desainer batik ternama Priscilla Saputro.

Para model amatir itu berlenggak lenggok sepanjang 350 meter di trotoar Taman Blambangan yang disulap menjadi catwalk. Para peragawati dadakan itupun berupaya tampil dengan maksimal meskipun beberapa juga ada yang nampak tegang. Tidak ketinggalan masyarakat juga antusias, mereka rela berjejal di pinggir jalan demi  menyaksikan pagelaran ini. Beberapa artis ibu kota seperti Ayu Azhari, Yati Oktavia dan Pangky Suwito serta deretan pengusaha nasional juga ikut menyaksikan even ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Yanuar Bramuda mengatakan, selain untuk menarik minat wisatawan, ajang fesyen batik di trotoar ini untuk lebih membumikan kekayaan batik di tengah masyarakat. "Banyuwangi punya sedikitnya 44 motif batik. Dengan ajang ini, batik bisa menjadi gaya hidup sehari-hari masyarakat," ujar Bramuda.

Rangkaian acara BBF lainnya adalah lomba desain motif, lomba mencanting baik, dan lomba desain busana batik. Acara puncak digelar Sabtu malam (20/9) dengan peragaan busana yang diisi sejumlah bintang tamu, antara lain Puteri Indonesia Elvira Devinamira, Yuni Shara, dan para pramugari Garuda Indonesia.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, selain ingin melibatkan langsung masyarakat dalam promosi batik Banyuwangi dan menumbuhkan kecintaan pada fashion batik lokal, even ini dibuat untuk menunjukkan kalau trotoar  bisa menjadi tempat pertunjukkan yang istimewa selama didesain dengan aman, ramah dan nyaman bagi penggunanya.  “Kami ingin fungsi trotoar dikembalikan bagi kepentingan publik, ” kata Bupati Anas.

Selain itu ajang ini sebagai upaya mendorong batik sebagai komoditas fesyen yang bisa menggerakkan ekonomi lokal agar terus digalakkan. "Pengembangan pariwisata memang sejalan dengan industri kreatif seperti batik. Dengan makin familiarnya batik banyuwangi, perajin dan UMKM batik bisa tumbuh. Ini kerja-kerja jangka panjang," kata Anas. (Humas Protokol)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :