Sidak Pasar Tradisonal Baru, Bupati Anas Dicurhati Pedagang & Pembeli

Selasa, 8 Maret 2016


BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengunjungi salah satu pasar tradisional di daerah Srono, Banyuwangi, Selasa (8/3/2016). Sidak pasar ini untuk melihat hasil pembangunan pasar yang telah direvitalisasi ini. Tiba di Pasar Srono, Anas langsung menyambangi lapak penjual sayur, pakaian, bumbu dapur dan ikan. Anas bersama sang istri, Ipuk Festiandani, menyempatkan diri belanja sayur, seperti terong, kenikir, dan sukun. Saat belanja ini, para pedagang dan pembeli spontan mendatangi Anas dan mulai curhat tentang pasar ke orang nomor satu di Banyuwangi ini. Anas pun langsung menimpali dan meminta saran ke mereka seputar perbaikan bangunan pasar dan pengelolaannya. ”Ayo ayo sarannya apa saja ini dari para pedagang supaya pasar nyaman,” ujar Anas sambil mengajak pedagang melihat-lihat kondisi pasar.

”Pak ini tolong pasarnya diberi ruang sekat saja supaya ada batas ruang antar-pedagang,” kata Siti Nurhasanah (53), salah seorang pembeli. ”Lapak ikannya jangan di belakang, Pak Anas. Di depan saja biar pembeli bisa lebih mudah,” sahut salah satu pedagang ikan, Sukirno. Anas memperhatikan satu persatu keluhan pedagang. Mulai dari permintaan lapak dan ruang bersekat hingga penataan dagangan. Pasar Srono sudah berdiri sejak 25 tahun lalu. Pasar tradisional ini dikenal kumuh, becek, dan pengap. Lapak yang tidak tertata dan sekat-sekat ruangan antar-pedagang satu dengan lainnya menambah kondisi kumuh pasar semakin kental.

Tahun 2015 lalu, pemerintah daerah mulai merehabilitasi pasar ini bersinergi dengan pemerintah pusat. Bangunan pasar ini didesain layaknya pasar modern. Atap pasar dibuat tinggi agar sirkulasi udaranya lancar, udara tidak pengap. Selain itu, pasar dibuat tanpa sekat agar pandangan terkesan luas. Drainase pasar pun ditata rapi. Saat ini kondisi pasar memang masih transisi. Beberapa fasilitas pasar juga belum dilengkapi dengan sempurna. ”Ini pasar memang belum selesai, belum siap, tapi harus segera berjalan. Karena kalau nunggu masih tahun depan selesainya, pedagang pasti protes kelamaan di tempat relokasi. Iya memang masih uji coba dan kita cek terus, banyak yang perlu diperbaiki. Sabar ya, Pak, Bu,” kata Anas kepada para pedagang.

Seluruh pasar tradisional di Banyuwangi secara bertahap akan dibangun dan ditata layaknya pasar modern. Penataan ruang pasar dilakukan supaya para pedagang dan pembeli bisa saling memberi pelayanan dan kenyamananan saat bertransaksi. Penataan pasar tradisional, sambung Anas, dianggap merupakan budaya baru supaya bisa membentuk karakter pasar tradisional modern yang bersih, tertib dan nyaman."Maksudnya adalah memberikan zonasi agar pasar di wilayah Banyuwangi bisa tertata rapi dan bersih. Ini kan budaya baru supaya masyarakat dan pedagang bisa belajar dari yang semula model bedak lama diubah menjadi lebih lapang. Ini akan terlihat kondisi keseluruhan pasar, sehingga akan tumbuh perasaan kebersihan dan ketertiban pasar menjadi tanggung jawab semua pedagang pasar,” ujar Anas.

Anas pun berjanji segera melengkapi fasilitas pasar. Mulai dari tong sampah untuk setiap los pasar, kran air, hingga membuat bangunan pasar tersebut lebih eye-catching. Selama lima tahun terakhir ini Banyuwangi telah memproteksi pasar rakyat agar tidak tergerus dengan pasar moderen. Caranya dengan merevitalisasi sejumlah pasar tradisional agar lebih bersih dan tertata. Selain itu, Pemkab Banyuwangi membatasi pembukaan gerai ritel modern di seluruh Banyuwangi, kecuali gerai yang sudah ada di masa sebelum Anas mulai memimpin pada akhir 2010.

Saat ini, Banyuwangi juga sedang membangun pasar tradisional yang terintegrasi dengan terminal pariwisata di kawasan Sobo. Pasar Sobo diubah menjadi pasar moderen dengan konsep go green berlantai empat yang memadukan para pedagang buah, kerajinan, dan berbagai macam barang lain dengan terminal wisata. ”Sehingga pedagang bisa lebih laris karena pasar itu juga menjadi salah satu titik kumpul wisatawan,” ujarnya. (Humas)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :