Sinergi Tiga Pilar Turunkan Angka Kriminalitas Banyuwangi

Rabu, 7 Oktober 2015


BANYUWANGI – Lima tahun terakhir ini, angka kriminalitas di Banyuwangi terus menurun dari tahun ke tahun. Penurunan itu berkat kerja sama yang baik di sinergi tiga pilar. Pernyataan itu disampaikan Kapolres Banyuwangi, AKBP Bastoni Purnama saat menjadi nara sumber di Rapat Koordinasi sinergitas tiga pilar, bersama Bupati Abdullah Azwar Anas, seluruh anggota Forpimda dan MUI Banyuwangi, di Pendopo Kabupaten, Rabu (7/10).

Sinergitas tiga pilar adalah program inovasi pemerintah yang mempertemukan TNI/Polri, Babinsa (Bintara Pembina Desa), Babinkamtibmas (Badan Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) dan Kepala Desa / Kepala Kelurahan (Kades/Kakel) dalam mendeteksi keamanan daerah sejak dini. Pertemuan ini digelar rutin setiap tiga bulan sekali, dan dimulai sejak tahun 2011 lalu. Pertemuan ini pun membawa dampak banyak, salah satunya penurunan angka kriminalitas di Banyuwangi.

Dikatakan Kapolres, penurunan angka kriminalitas di Banyuwangi saat ini telah menurun hingga 30 persen. Penurunan ini, menurut dia, berkat kerja keras seluruh pihak, baik masyarakat maupun antar institusi terutama antara pemkab dan aparat keamanan,  yang bahu membahu memberantas tindak kriminal di Banyuwangi. “Meski angka ini turun, saya minta masyarakat  tetap harus tingkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan,’ ujar Kapolres.

Dari data kasus kriminalitas yang masuk di Pengadilan Negeri Banyuwangi disebutkan, tahun 2012, jumlah angka kriminalitas berkisar 1.000 kasus, 2013 ada 900 kasus, 2014 800 kasus dan sampai menjelang akhir 2015 tinggal 536 kasus. Kasus-kasus kriminalitas ini meliputi kasus narkoba, judi, miras, premanisme, pelecehan seksual terhadap anak dan tindak asusila.

Sementara Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menambahkan, penurunan angka kriminalitas tersebut paralel dengan angka kesejahteraan penduduk yang mulai tumbuh. Angka keamanan tidak akan tumbuh jika angka kesejahteraan tidak meningkat. Salah satu pendorong tumbuhnya kesejahteraan adalah sektor pariwisata. Pariwisata Banyuwangi memiliki peran besar dalam menciptakan lapangan kerja baru. Baik jasa transportasi, kuliner, perhotelan, maupun aneka kerajinan rakyat.

“Kami berusaha merekrut orang-orang sekitar untuk memenuhi jasa pariwisata tersebut. Dulu di daerah situ ada premanisme tetapi setelah kami rekrut menjadi juru parkir, tidak ada lagi profesi seperti itu. Ini contoh-contoh upaya kami dalam mensejahterakan masyarakat,” kata Bupati Anas.

Selain menurunkan angka kriminalitas, imbuh Bupati Anas, target forum tiga pilar selanjutnya adalah bagaimana Banyuwangi zero narkoba, zero prostitusi dan zero alkohol. “Tadi kami banyak masukan dari babinsa/babinkamtibnas untuk lebih ketat kontrol terhadap peredaran minuman keras. Karena sekarang miras tak hanya dikonsumsi orang dewasa, namun telah merambah dunia anak-anak. Ini menjadi perhatian serius buat kami,” kata Bupati Anas.  

Selain itu, lanjut Anas, sesuai masukan MUI yang mulai merasa gerah dengan sejumlah tempat hiburan yang buka hingga malam, Bupati Anas berjanji akan membetuk tim khusus untuk kembali menertibkan tempat hiburan yang melanggar aturan sesuai ijin yang diajukan.(Humas Protokol)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :