Sinergitas 3 Pilar Banyuwangi, Satu-satunya di Jawa Timur
Senin, 30 Desember 2013
BANYUWANGI – Di penghujung tahun 2013, Sinergitas 3 Pilar kembali digelar di GOR Tawangalun, Senin (30/12). Kegiatan rutin yang mempertemukan ribuan Babinsa (Bintara Pembina Desa), Babinkamtibmas (Badan Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) dan Kepala Desa / Kepala Kelurahan (Kades/Kakel), se Kabupaten Banyuwangi ini menjadi spesial dengan hadirnya Direktur Bimbingan Masyarakat Polda Jatim, Kombespol Drs. Suharno.
Acara sinergitas kali ini turut dihadiri Bupati Abdullah Azwar Anas, Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf, Dandim 0825 Muslimin Fahsyah, Danlanal Letkol (P)Eko Edi Santoso, Ketua Pengadilan Negeri Banyuwangi Kurnia Yani Darmono, anggota DPRD Banyuwangi, seluruh pimpinan SKPD, instansi vertikal, BUMN, Perbankan, Kepala UPTD serta pengawas TK, SD, menengah dan kejuruan di lingkungan Dinas Pendidikan se Kabupaten Banyuwangi.
Direktur Bimbingan Masyarakat Polda Jatim, Kombespol Drs. Suharno menyampaikan, Banyuwangi menjadi satu-satunya benchmark di Jawa Timur sebagai daerah yang melakukan kegiatan sinergi 3 pilar. “Di berbagai kesempatan Banyuwangi dibanggakan oleh Gubernur, Kapolda dan Pangdam V Brawijaya sebagai daerah yang mampu mempersatukan 3 pilar,” kata Kombespol Suharno.
Saat ini persatuan dan kesatuan menjadi sesuatu yang sangat berharga mengingat berbagai konflik yang muncul di berbagai daerah di Indonesia, termasuk konflik antara TNI dan Polri. Namun Banyuwangi justru menanamkan nilai-nilai persatuan antara TNI dan Polri. “Jika keduanya kompak ditambah dengan dukungan kepala desa maka berbagai gangguan kamtibmas dapat teratasi dengan baik,” ujar Kombespol Suharno.
Selain itu, 3 Pilar menjadi ujung tombak deteksi dini berbagai masalah di wilayahnya masing-masing, salah satunya mulai masuknya gempuran budaya asing yang masuk akibat arus globalisasi. “Jangan anggap remeh gempuran budaya ini, karena dapat mengikis moral generasi muda kita. Seperti beredarnya obat-obatan terlarang, gaya hidup bebas menjadi masalah apabila tidak diatasi sejak dini,” tutur Suharno.
Bupati Abdullah Azwar Anas mengamini paparan dari Kombespol Suharno. Bupati membenarkan, jika gemburan budaya asing menjadi tantangan tersendiri bagi Banyuwangi, apalagi lokasinya yang dekat dengan Bali. “ Insyaallah kami memiliki pertahanan budaya yang kuat melalui budaya lokal yang didorong untuk terus eksis dalam menangkal masuknya budaya global,” terang bupati.
Tidak hanya Bupati, pada kesempatan itu unsur Forpimda lainnya juga memberikan paparannya. Salah satunya adalah Dandim 0825 Muslimin Fahsyah. Dandim menyebutkan 3 Pilar harus peka denagn keadaan di wilayah masing-masing serta TNI dan Polri harus memiliki satu jiwa. Sedangkan Danlanal mengajak seluruh komponen 3 Pilar untuk dapat bermanfaat bagi kesatuannya, rakyat serta keluarga. “Kepimpinan kita berhasil apabila kita mampu memimpin organisasi tempat kita menjabat sekaligus menjadi pemimpin yang baik dalam rumah tangga,” cetus Danlanal. (Humas & Protokol)