SKPD Kuatkan Banyuwangi dalam Konstelasi Regional

Rabu, 12 Maret 2014


BANYUWANGI   –  Pada tahun 2015 fokus kerja Satuan Perangkat Kerja Daerah harus dapat menguatkan peran Banyuwangi dalam konstelasi regional. Hal ini disampaikan Bupati Abdullah Azwar Anas dalam Forum SKPD di Aula Rempeg Jogopati, Rabu (12/3).

Bupati Anas mengatakan, saat ini daerah sudah tidak bisa lagi bersifat egosentris dengan mementingkan pembangunan daerahnya sendiri jika ingin cepat maju. Pembangunan harus berdampak regional untuk mencapai hasil yang maksimal. Salah satu contohnya jalur kereta double track Surabaya-Banyuwangi yang akan mulai dibangun pada 2017 mendatang. “Jalur double track itu kita usulkan pada pemerintah pusat untuk memperpendek waktu tempuh Surabaya Banyuwangi. Ini akan memperbesar kedatangan orang ke Banyuwangi karena jarak yang semakin dekat. Namun jalur double track ini bukan hanya untuk kepentingan Banyuwangi tapi juga berdampak bagi pertumbuhan ekonomi daerah tapal kuda,” kata Bupati.

Tidak hanya Surabaya – Banyuwangi  yang diperpendek waktu tempuhnya, namun juga Banyuwangi-Denpasar. Dampaknya tidak hanya akses ke Banyuwangi yang semakin cepat, namun juga berdampak bagi percepatan akses dari Pulau Jawa menuju Bali, Lombok dan NTT . “Kita mendukung percepatan pembangunan jalan tol dari Denpasar menuju Pelabuhan Gilimanuk. Kami juga minta Pak Mangku Pastika untuk memperbanyak jalan shortcut dari Denpasar ke Gilimanuk,” kata Bupati.

Bupati melanjutkan, langkah-langkah lainnya yang juga telah telah dilakukan untuk meningkatkan peran Banyuwangi dalam konstelasi regional  adalah mendorong  masuknya hotel-hotel berbintang, berdirinya perguruan-perguruan  tinggi negeri serta penyiapan kawasan industri.

Selain itu untuk mempercepat langkah memajukan Banyuwangi, SKPD harus mampu menyusun kegiatan yang konkret dan terukur. Program juga harus memiliki efek dentuman, yakni mampu menarik perhatian masyarakat sebagai objek program maupun masyarakat di luar itu. “Ini hanya bisa tercapai kalau program yang dilakukan inovatif dan membangun terobosan baru,” kata Bupati. Bupati juga mengatakan agar program berjalan efektif harus ada sinergi dalam pelaksanaannya.

Khusus kepada camat, Bupati berpesan agar mampu mengembangkan perekonomian berbasis potensi atau keunggulan lokal. “Camat harus jeli melihat potensi yang ada di wilayahnya kemudian mengemasnya agar mampu memiliki daya jual yang akan mendatangkan keuntungan ekonomi,”tutur Bupati. (Humas & Protokol)

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :