Speech Composer Eka Gustiwana Harapkan Ada Karya Muncul dari Banyuwangi

Sabtu, 25 April 2015


BANYUWANGI - Eka Gustiwana, speech composer kebanggaan Indonesia tak melewatkan kesempatan untuk bertukar pikiran dengan netizen Banyuwangi saat berkunjung ke kabupaten paling ujung timur Pulau Jawa ini.

Eka yang datang bersama Nadya Rafika dan writer sekaligus director dan video creator Raditya Dika ini, Sabtu (25/4), membagikan tips dan pengalamannya kepada pemuda Banyuwangi. "Anak muda yang hidup di masa kini ini beruntung, hidup di jaman yang canggih dan serba digital. Sayang kalau kecanggihan di sekitar kita dilewatkan begitu saja, tanpa digunakan untuk berkreatifitas," ujar Eka.

Di depan  netizen  yang sebagian besar pelajar dan mahasiswa itu, Eka menceritakan keisengannya yang berbuah manis. "Berawal dari iseng, saya mencari-cari, apa ya hal yang bisa saya buat untuk menarik perhatian orang. Terbersitlah di benak saya untuk membuat speech composing. Apalagi waktu itu belum ada speech composing di youtube,"kata Eka.

Speech composing pada dasarnya tidak berbeda dengan proses menciptakan dan mengaransemen sebuah lagu baru. Hanya saja untuk speech composing dituntut untuk mengolah satu file tertentu yang di dalamnya terdapat kata-kata, yang kemudian disusun menjadi lirik lagu.Kemudian dibuatlah penggabungan antara audio (lagu) dan video editor yang setelahnya bisa langsung di-upload
ke situs yang dituju. 

Speech composing karya Eka yang pertama kali dikenal luas lewat youtube adalah speech composing Arya Wiguna dengan ucapan 'Demi Tuhannya' yang fenomenal. Baru 1 bulan diunggah ke youtube, karyanya sudah ditonton 3 juta orang.  Setelah itu berlanjut dengan berbagai speech composing karyanya yang lain diantaranya Jeremy Teti (BBM Campuran), Deddy Corbuzier (Ngaca Dulu Deh), Wendy Cagur (TIDAAAK), dan Arya Wiguna feat Vicky Prasetyo. "Sampai detik ini saya juga masih berpikir, habis speech composing apa lagi ya? Sebab sebagai digital creator ke depan harus ada lagi yang bisa kita ciptakan,"tutur Eka. Yang penting, imbuhnya, yang akan dibuat adalah hal-hal yang orang lain tidak sempat kepikiran tentang itu.

Eka juga mengingatkan para netizen, agar  jangan sampai mereka enggan  menelurkan karya. "Sosial media itu gratis. Kita hanya bermodalkan ide saja bisa menghasilkan uang dari situ. Karena itu ayo kita mulai dari sekarang. Kamu mau dikenal seperti apa sih. Mulailah dari passionmu itu,” ajak Eka.

Lelaki kelahiran 1 Agustus 1989 ini adalah orang Indonesia yang subscriber-nya di youtube tertinggi nomer dua di Indonesia. Yakni 304 ribu subscribers. Sementara di urutan pertama adalah Raditya Dika dengan 1.372.167 subscribers. Kepada para peselancar dunia maya asal Banyuwangi, Eka menitipkan pesannya. “Kalau mau jadi yang terbaik itu sudah banyak, maka jadilah yang berbeda. Seiring dengan makin majunya digital creative, saya pengen lihat setelah ini ada karya yang muncul dari Banyuwangi," tandas Eka.

Tak hanya sekedar berbagi tips dan pengalaman, Eka Gustiwana bahkan juga menghibur semua netizen yang berkumpul di Pendapa Sabha Swagata Blambangan itu dengan mengiringi Nadya Rafika menyanyi. Lagu yang dinyanyikan Nadya Rafika adalah lagu soundtrack serial kartun, seperti Chibi Maruko Chan, Hamtaro, P-Man, Sailormoon, dan Shinchan yang videonya dibuat Eka Gustiwana dan telah diupload di youtube. (Humas & Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :