Sukseskan Program Lahir Procot Pemkab Gandeng GIZ

Kamis, 4 Juni 2015


Sukseskan Program Lahir Procot Pemkab Gandeng GIZ

BANYUWANGI – Memperkuat program layanan publik lahir procot bawa akta, pemkab Banyuwangi mengandeng Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) German untuk kerja sama mensukseskan program ini.  

Kerja sama ini diwujudkan dengan melakukan MoU antara Pemkab Banyuwangi, Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dengan GIZ, dilakukan Kamis (4/5), di Aula Rempeg pemkab. Dalam MoU ini, GIZ melalui OMS akan memperkuat aksesiblitas pelayanan lahir procot, dengan melakukan sejumlah kegiatan. Diantaranya sosialiasi kepada masyarakat, mengembangkan kapasitas pemkab untuk pembuatan kebijakan data dan mengantarkan program lahir procot sebagai replikasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia.  

Direktur Program GIZ Transformasi, Dores Becker mengatakan, GIZ ini adalah lembaga kerja sama internasional dari German yang dilibatkan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB) dalam pendampingan reformasi birokrasi khususnya program-program layanan publik di daerah.

“Ada 5 sampai 6 daerah yang menjadi sasaran  GIZ  dalam program penguatan reformasi birokrasi. Banyuwangi sendiri menjadi daerah pertama yang menjadi sasaran oleh GIZ karena dianggap daerah yang menonjol baik kemajuan pembangunan daerahnya maupun inovasi di bidang reformasi birokrasinya.  Program lahir bawa akta satu-satunya program inovasi terbaik yang dianugrahkan kepada Banyuwangi. Kami bangga menjadi lembaga pengawal program inovasi ini dan terus akan ikut mensukseskan program ini,” kata Dores.

Sementara Bupati Abdullah Azwar Anas menyambut baik kerjasama penguatan reformasi birokrasi dengan GIZ tersebut. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan pelayanan publik yang terus dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi. “Percepatan reformasi birokrasi berujung pada peningkatanan pelayanan publik yang pararel dengan upaya menyejahterakan rakyat,” ujat Bupati Anas.

Sebelum menjadi lembaga konsultan pensuksesan lahir procot, GIZ telah menjadi mitra kerja pemkab sejak tahun 2012. “Selama ini GIZ telah banyak mengawal dan melakukan pedampingan program-program pemerintah dengan baik. Dengan MoU ini akan semakin kuat dalam mensuksesnya program layanan publik ini. Karena ujung reformasi birokrasi bukan keberhasilan adminitrasi birokrasi, melainkan tingkat kepuasan masyarakat yang menikmati program ini,” imbuh Bupati Anas, usai penandatangan MoU ini. (Humas protokol)

 

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :